PT Jasa Marga Tbk mulai Senin (13/2) memberlakukan contraflow atau pembukaan jalur melawan arus di ruas Tol Dalam Kota. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi akibat pembangunan proyek-proyek di sekitar Tol Dalam Kota seperti jalan layang Pancoran dan LRT (Light Rail Transit).
Asistent Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, contraflow diberlakukan mulai Kilometer (Km) 1+700 sampai dengan Km 8+100 pukul 06.00-09.00 WIB yang diberlakukan mulai hari Senin sampai Jumat.
Sebanyak 3.100 Kendaraan, atau 13 persen dari total kenÂdaraan yang mengarah ke Semanggi dari Simpang Susun (SS) Cawang, tercatat meÂlewati lajur contraflow yang mulai diberlakukan pada puÂkul 06.15 pagi kemarin.
"Kebijakan itu bakal diÂevaluasi setiap saat untuk menganalisis efektivitas keÂbijakan contraflow dalam mengurai kemacetan akibat pengerjaan proyek-proyek tersebut," kata Heru kepada
Rakyat Merdeka.
Ia melanjutkan, sebagai langkah antisipasi, sejumlah pelayanan operasional bakal dimaksimalkan Jasa Marga untuk mendukung kebijakan ini. Mulai dari petugas Layanan Jalan Tol (LJT), derek, ambulans, serta meningkatkan pelayanan transaksi dengan optimalisasi petugas Jemput Transaksi (PUTTRA) dan gardu tol.
Sejumlah pihak juga diliÂbatkan untuk mendukung kebijakan ini, seperti Polda Metro Jaya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Bina Marga, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan DiÂnas Perhubungan DKI.
"Kami juga mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, memperhatikan rambu/petunjuk jalan yang ada, serta selalu mengantisipasi perÂjalanan melalui informasi kondisi lalu lintas terkini," kata Heru.
General Manager Cawang-Tomang-Cengkareng Jasa Marga Bagus Cahya menamÂbahkan, berdasarkan pengalaÂman, contraflow bisa menguÂrangi kepadatan sekitar 15-20 persen. Saat ini lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Cawang-Semanggi mencapai 100.000 unit kendaraan.
"Dengan demikian, diÂtargetkan kendaraan yang melintas di lajur alternatif contraflow mencapai 1.500-2.000 unit. Kemacetan di titik ini adalah karena pengerjaan proyek jalan layang Pancoran dan light rail transit (LRT)," ujarnya.
Untuk menekan angka kemacetan di jalan tol yang mereka kelola, Jasa MarÂga secara berkala juga akan melakukan penertiban bagi truk-truk yang muatannya melebihi kapasitas.
"Sebelumnya sudah kita lakukan pekan lalu di Tol Jakarta-Cikampek. Nantinya dilakukan rutin di sejumlah tol yang kita kelola," tegas Heru. ***