Berita

Ichsanuddin Noorsy/Net

Bisnis

Noorsy: Percuma Saja Paket Ekonomi Baru Tanpa APBN Berkualitas

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 09:37 WIB | LAPORAN:

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengkritik rencana pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi XV.

Menurut dia, paket-paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan sebelumnya sama sekali tak memperbaiki kondisi APBN. Justru, menurut dia, salah satu problem APBN hingga hari ini adalah alokasi anggaran masih tidak berkualitas, efektifitas dan efisiensinya masih rendah.

"Paket-paket kebijakan ekonomi yang sudah dimunculkan itu sesungguhnya harus nampak dalam APBN. Tapi dalam kenyataannya APBN tidak menunjukkan ada perbaikan ekonomi," urai Noorsy dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.


Jadi daripada mengeluarkan paket ekonomi baru, hemat dia, pemerintah fokus dulu memperbaiki APBN agar berkualitas.

"Tanpa bicara APBN yang berkualitas, pemerintah nggak usah ngomong macam-macam deh. Anda bayangin dari zaman reformasi hingga sekarang bahwa diakui (pemerintah) yang namanya APBN tidak berkualitas," kritiknya.

Buktinya, tim ekonomi Jokowi sampai merasa perlu mengeluarkan kebijakan pertumbuhan ekonomi inklusif.

"Itu kan artinya gagal. Apalagi yang namanya kemiskinan menurun tapi generatio tetap bertahan di 0,41, kan kacau," ujarnya.

Hal ini diperparah lagi dengan nilai tukar rupiah yang kian menurun dan tax ratio memburuk. Padahal, tax ratio sesungguhnya asal-muasal kemampuan pemerintah untuk melaksanakan perannya.

Sekali lagi ia mengingatkan pemerintah untuk memperbaiki terlebih dahulu  kebijakan APBN.

"Agar kita bisa jelas posisinya. Ngapain harga cabai sampai Rp 170 ribu, ngapain harga jengkol sampai Rp 120 ribu. Itu kan artinya terjadi gejolak pada harga kebutuhan pokok. Gejolak pada harga ditambah yang namanya quality crease itu nilainya 45 persen. Itu tinggi, itu rupiah ambruk," tegasnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya