Berita

Iu Rusliana/Net

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Datanglah Ke TPS Dengan Niat Ibadah

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 08:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat menyerukan kepada seluruh warga Kabupaten Bekasi, Kota Tasikmalaya dan Cimahi, serta daerah lain yang pada tanggal 15 Februari 2017 besok akan melaksakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), untuk memanfaatkan momentum politik ini sebagai jihad politik, menyemai kebaikan publik.

"Bersungguh-sungguh dan cerdaslah dalam memilih. Jangan asal milih, datanglah dengan niat ibadah, untuk mengubah kondisi menjadi lebih baik. Jadikan momen satu menit di bilik suara sebagai ikhtiar pribadi untuk menebar kebaikan publik. Pilihlah pemimpin muslim yang peduli kaum tertindas dan tak pernah tersangkut dengan kasus korupsi. Saatnya suara perubahan dimenangkan," ajak Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jabar Iu Rusliana, Selasa (14/2).

Tokoh muda Jabar ini mengingatkan agar masyarakat yang memiliki hak pilih untuk tidak golput. "Datanglah, memilihlah. Jangan biarkan kezaliman politik terjadi oleh oknum penyelenggara yang bermain dengan investor politik dan timses," tegasnya.


Oleh karena itu, dosen aqidah dan filsafat Islam Fakultas Ushuluddin UIN Bandung ini mengingatkan agar waktu yang tinggal beberapa jam lagi, dimanfaatkan untuk memeriksa rekam jejak seluruh kandidat dan mencatatkan janjinya.

"Lihat tim suksesnya siapa saja, janjinya realistis kah, apakah selama ini terbukti mampu merealisasikan janjinya, bagaimana karakternya di hadapan publik, bagaimana keluarganya. Periksalah dengan sungguh-sungguh. Ber-tabayyun lah apabila ada kampanye hitam, karena kalau keliru akan menyesal bukan hanya lima tahun, tapi selamanya," ujar Iu Rusliana.

Ia pun memaklumi apabila dalam masyarakat semakin tumbuh apatisme politik. Puluhan tahun mengikuti pemilu atau pilkada dinilai tak mengubah keadaan, sekedar hura-hura politik, pemberi harapan palsu dan hanya menghasilkan elit politik yang mabuk kekuasaan.

"Meski demikian, masih selalu ada harapan. Orang baik harus berjuang di politik, jadikan politik sebagai ekspresi kesalehan publik. Jangan sampai, mereka yang bermental preman, pemodal hitam dan para calo politik yang menguasai partai politik. Kaum cerdik cendikia dan orang-orang baik harus bertarung di partai politik, menangkanlah," tegasnya.

Untuk itu, lanjut Iu Rusliana, pihaknya terus secara intensif memberikan proses pendidikan politik dan kaderisasi bagi kader muda Muhammadiyah di Jabar yang akan dan tengah bertarung di politik untuk benar-benar menjadi kader partai yang idealis dan ideologis.

Ia juga mengingatkan kader Pemuda Muhammadiyah Jabar yang terlibat menjadi penyelenggaran Pilkada untuk bekerja keras, mentaati aturan dan bersikap adil.

"Banyak kader Pemuda Muhammadiyah yang aktif di Panwaslu, KPUD, PPK, Panwascam dan penyelenggara di tingkat KPS. Tunaikan kewajiban dengan baik. Ini salah satu bentuk jihad politik dan ikhtiar membumikan politik menjadi kesalehan publik, maka bersungguh-sungguhlah," demikian Iu Rusliana. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya