Faisal Basri/Net
Faisal Basri/Net
RMOL. Ide holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) banyak menabrak aturan perundang-undangan. Ide itu juga bukanlah solusi untuk menyehatkan BUMN yang minim kontribusi bagi negara.
Ekonom Faisal Basri mengungkapkan, masing-masing BUMN memiliki karakteristik, masalah dan sejarah yang berbeda-beda. Sehingga, jika kemudian ide holding BUMN bergulir, maka itu adalah modus untuk menjadikan BUMN sapi perahan bagi Pemilu 2019.
"Nantinya ultimate goalnya akan bikin seperti Temasek di Malaysia dan Hasana di Singapura. Sumbangan BUMN untuk pemilu 2019 nanti dan itu tidak perlu diketahui DPR," kata Faisal di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Senin, (13/2).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06
Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14