Berita

Faisal Basri/Net

Bisnis

Jokowi Bisa Di-impeach Jika Holding BUMN Terjadi

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 19:40 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ide holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) banyak menabrak aturan perundang-undangan. Ide itu juga bukanlah solusi untuk menyehatkan BUMN yang minim kontribusi bagi negara.

Ekonom Faisal Basri mengungkapkan, masing-masing BUMN memiliki karakteristik, masalah dan sejarah yang berbeda-beda. Sehingga, jika kemudian ide holding BUMN bergulir, maka itu adalah modus untuk menjadikan BUMN sapi perahan bagi Pemilu 2019.

"Nantinya ultimate goalnya akan bikin seperti Temasek di Malaysia dan Hasana di Singapura. Sumbangan BUMN untuk pemilu 2019 nanti dan itu tidak perlu diketahui DPR," kata Faisal di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Senin, (13/2).


Faisal membeberkan, ditambah lagi selama ini sejumlah BUMN sudah melenceng jauh dari misinya sebagai perusahaan negara yang berfungsi menopang pemasukan negara. Beberapa BUMN seperti Pegadaian, Hutama Karya dan Adhi Karya merambah ke bisnis perhotelan. Padahal sudah terdapat BUMN untuk sektor perhotelan yakni PT Natour dan Hotel Indonesia.

"Hutama karya punya penyertaan modal dari pemerintah, eh bikin hotel. Padahal Rini itu (Rini Sumarno) tahu betul, ada BUMN hotel, yakni PT Hotel Indonesia dan Natour," kata dia.

Faisal menjelaskan, sudah menjadi rahasia umum jika komisaris-komisaris BUMN kerap meminta dana sumbangan kepada direksi untuk partai politik. Karena itu, jika ide Holding BUMN terjadi, maka akan semakin tidak ada check and balances dari DPR terhadap BUMN.

"PP 72/2016 ini merupakan produk politik yang amat berbahaya dan berpotensi untuk presidennya di-impeach karenan berpotensi melanggar UU," tandasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya