Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Komisi XI DPR: Paket Ekonomi Jokowi Jalan Di Tempat

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 16:22 WIB | LAPORAN:

Komisi XI DPR nampaknya pesimis terhadap rencana pemerintah yang dalam waktu dekat ini menerbitkan kebijakan ekonomi XI.

"Nanti kita lihat. Yang pasti kebijakan yang kemarin kan masih jalan di tempat," ujar anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan kepada Kantor Berita Politik RMOL di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/2).

Ia ragu kebijakan ekonomi XI juga berjalan mengingat buruknya situasi ekonomi global, ditambah persoalan dalam negeri.


"Apalagi mendekati Pilkada seperti ini. Tahu sendirilah gonjang-ganjingnya seperti apa, ujung-ujungnya tax ratio kita juga turun kan, ngga terlalu bagus, efeknya nanti pendapatan pajak nggak akan tercapai," imbuhnya.

Justru menurutnya akan sulit jika target pendapatan pajak tidak tercapai, sementara pemerintah mengalokasikan belanja negara besar.

"Ini gimana. Belanjainnya pakai apa? Akhirnya PNBP digenjot, naik harga ke kiri ke kanan, orang sudah berat tambah berat. Kalau itu juga tidak tercapai, pasti juga akan mengeluarkan yang namanya SBN lain, SBN Syariah. Ujung-ujungnya pasti hutang," kritik politisi Gerindra tersebut.

Seperti diketahui pemerintah berencana ekspansi dengan mengundang para investor luar negeri ke Indonesia. Namun Heri mengingatkan, di satu sisi, kondisi dalam negeri justru terus memburuk.

"Kebijakan dalam negeri kita kontraksi antara satu kementerian dengan kementerian yang lain itu tidak sinergi. Contoh, Kemenkeu mengatakan inflasi kita kurang lebih empat persen, itu kan plus minusnya. Sekarang ini baru bulan Februari, Januari kemarin ada kenaikan BBM, ada yang namanya pencabutan listrik 900 dan 450, ada juga kenaikan BPKB dan STNK," urainya.

Diakuinya memang kenaikan tarif listrik baru per 1 Januari 2017 belum terasa dampaknya hingga sekarang oleh masyarakat. Tapi nanti saat bulan Maret.

"Inflasi kita sekarang per Februari sudah 0,97, itu baru Januari mulai, apalagi kalau mau tarik sampai dengan Desember, pasti akan lebih empat persen," imbuhnya.[wid]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya