Berita

Politik

Ada Kekuatan Jahat yang Diam-diam Masuk Istana

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 00:08 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ADA segelintir elit menghasut publik. Katanya, PKI memang bahaya. Tapi Islam lebih berbahaya. Ada manuver, membasmi Islam. Segelintir elit itu, diam-diam masuk istana.

ISIS dijadikan senjata. Mereka hembuskan isu, semua golongan islam adalah ISIS. Ya FPI, Habib, Ulama, HTI, Din Samsudin, MUI, Muhamadiyah adalah ISIS. Karena itu harus ditumpas. Jadi, sekarang ini ada gerakan menghancurkan Islam di Indonesia.

Bagi mereka, siapa pun yang tidak pro ahok adalah ISIS. Bagi mereka, Islam moderat itu seperti Salihara, yang tidak keberatan bikin tarian telanjang. Itu baru benar.


Hati-hati, kekuatan jahat mereka sedang merajalela. Analisa mereka berbeda dengan hasil kajian intelijen TNI. Tentara kita sudah mereka lemahkan. Berkat kerjasama dengan para cukong yang membantu biaya pendidikan para jenderal.

Hantu komunis mengais dan menggoreng isu islamopobic. Minoritas diberi kepercayaan diri. Sampai bablas. Menisbikan kekuatan muslim yang berjuta-juta. Minoritas ini tidak sadar, bahwa mereka sedang dijadikan umpan kekuatan jahat.

Segelintir elit anti islam ini mengadu domba antara mayoritas-minoritas. Islam didemonisasi. Para ulama dihina. NU diobok-obok. NU hendak dibenturkan dengan FPI. Mereka konyol. Mereka ngga sadar, banyak nahdliyin ikut aksi 212. Banyak nahdliyin anggota FPI.

Sekali lagi, minoritas sedang dijadikan umpan. Ya Tionghoa, Kristen, Buddha, Hindu. Para cukong Cina yang perutnya buncit tapi otaknya kosong. Mereka lupa diri. Mereka tidak sadar sedang dipermainkan dengan isu Ahok dan ISIS.

Kekuatan jahat ini mendulang sentimen primordial rasis. Para taipan sedang digerogoti hingga sudi membiayai gerakan jahat mereka menghancurkan Islam.

Ada dua kekuatan jahat yang mengontrol negeri ini. Satu berwujud perempuan gemuk. Dia bisa menangis dan mencakar-cakar seorang presiden, bila dia merengek minta sesuatu.

Yang kedua, kekuatan jahat itu berbentuk pria dengan berewok seperti Rambo. Dia menguasai salah satu pilar yudikatif. Kerjaannya meres bupati, gubernur dan kepala daerah.

Saya kira, usaha mereka akan gagal. Minoritas akan menanggung akibatnya. Kedunguan mereka di persoalan Ahok dimanfaatkan tangan-tangan jahat. Mereka kira mereka akan menang.

Dahulu, DN Aidit mengira bakal menang ketika para simpatisan PKI sudah berani berteriak ganyang 7 setan desa. Ulama dan kyai dimasukan menjadi 1 di antara 7 setan yang mau mereka ganyang. Kita tahu the end result dari gerakan jahat mereka. Sejarah adalah pengulangan. Sadarlah sebelum terlambat.

Semua Laskar, Mujahid, Banser, Ansor, NU, Muhamadiyah, Minoritas yang sadar, kaum nasionalis, demokrat, humanis bersatulah. Hancurkan kekuatan jahat dari Republik Indonesia. Jangan mau diadu-domba sesama muslim, sesama anak manusia. [***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya