Berita

Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani: Dialog Kebangsaan Penting Untuk Menjaga Kerukunan

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 17:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dialog Kebangsaan memiliki arti penting dan strategis mengingat belakangan ini bangsa Indonesia tengah mengalami ujian yang dapat mengganggu rasa, semangat dan jiwa persaudaraan kebangsaan Indonesia.

Begitu kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengawali arahannya dalam forum Dialog Kebangsaan yang digagas oleh Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sulawesi Utara di Gedung Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (12/2).

“Kegiatan Dialog Kebangsaan dapat dijadikan sebagai momentum sekaligus forum yang bermanfaat untuk berdialog, bertukar pikiran, dan mencari solusi bagi upaya membangun kehidupan dan kerukunan umat beragama yang lebih baik,” ujarnya.


Menko PMK menjelaskan bahwa sejak awal para pendiri bangsa Indonesia telah sepakat untuk menetapkan Negara Indonesia Merdeka sebagai Negara Ketuhanan sebagaimana terdapat dalam sila pertama Pancasila. Hal ini mengingat Indonesia memiliki kondisi yang majemuk.

“Di era globalisasi sekarang ini, pemerintah dan masyarakat hendaknya bersama-sama bergotong royong mengisi ruang-ruang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan pemahaman keagamaan yang tidak sempit atau menggunakan istilah Bung Karno, tanpa “egoisme agama",” imbau Menko PMK.

Putri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri itu kemudian mengutip pidato Bung Karno ketika menjelaskan tentang sila Ketuhanan dalam Pidato 1 Juni di depan sidang BPUPKI. Pada intinya ditegaskan bawa pada prinsipnya bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan, Tuhan-nya sendiri.

Pada prinsipnya, hendaknya Negara Indonesia ialah Negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dan beribadah dengan cara yang leluasa. Pada prinsipnya segenap rakyat hendaknya meniadakan egoisme agamanya, dan pada prinsipnya, Ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, berkeadaban, dengan sikap saling hormat menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan.

“Oleh karena itu, agama dalam Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, merupakan pembangunan agama yang diarahkan untuk dapat memberikan kekuatan pendorong kemajuan, memberikan landasan masyarakat yang berakhlak, bermoral, dan ber-etika yang mampu mewujudkan kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, harmonis, dan ber-Bhineka Tunggal Ika, dalam mencapai kesejahteraan bersama. Agama dalam Pembangunan Manusia dan dan Kebudayaan, memberikan landasan etik dan moral dalam membangun Jiwa Gotong Royong untuk menjadikan Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” lanjut Menko PMK.

“Siapapun dan apapun agamanya, kalau untuk kepentingan bangsa dan negara kita harus bersatu,” pungkasnya.

Arahan Menko PMK kali ini mengambil tema “Posisi Agama dalam Pembangunan Manusia dan Kebudayaan” dan dihadiri antara lain Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, Ketua PBNU yang diwakili oleh Ketua PBNU KH Masduki Baidlowi, Ketua PWNU Sulut, Sya’ban Mauludin, Ketua MUI Sulut, Anggota DPR RI asal Sulut, Vanda Sarundajang serta para Anggota DPRD Sulut. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya