Berita

Politik

PILKADA DKI 2017

RMJ Gelar Khataman Quran Doakan Pilkada DKI Damai

SABTU, 11 FEBRUARI 2017 | 21:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gelaran Pilkada DKI 2017 tinggal hitungan hari. Untuk itu, semua elemen di ibu kota harus menjaga pesta demokrasi agar berjalan aman dan damai tanpa ada kerusuhan.

Dalam rangka menyambut Pilgub DKI yang damai, Relawan Matahari Jakarta (RMJ) menggelar khataman Al Quran dan doa bersama di Posko RMJ, Jalan Puloraya IV No 34-36 Petangongan, Jakarta, Sabtu malam (11/2).

"Pilkada tinggal empat hari lagi. Jadi jangan sampai demokrasi yang sudah ditata baik ini terjadi sebuah kerusuhan. Dengan acara ini kita bersama-sama menjaga kedamaian," ujar Ketua RMJ Supriadi Djae.


Aktivis Pemuda Muhammadiyah itu mengimbau kepada masyarakat, utamanya masyarakat Muhammadiyah untuk tidak ragu dalam menentukan pilihan di Pilgub DKI. Termasuk memilih pemimpin yang sudah berpengalaman dan terbukti nyata memajukan Jakarta.

"Selama dipimpin Ahok, Jakarta mengalami kemajuan yang luar biasa. Beliau memang bukan pemimpin yang beragama Islam, tapi cara memimpinnya Islami," sambung mantan ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut.

Dijelaskan Supriadi bahwa selama Ahok memimpin, rakyat Jakarta sudah merasakan kehadiran pemerintah. Ahok-Djarot selalu menempatkan diri sebagai pelayan dan rakyat sebagai bos.

"Ahok-Djarot sudah terbukti, sekolah gratis dan biaya berobat sakit. Yang beliau terapkan adalah pelayan rakyat yang setia melayani," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu ‎peserta khataman Qur'an, Rizqal Fadilla menegaskan bahwa dirinya yakin Ahok bisa memajukan dan menyejahterakan warga Jakarta. Ia pun tanpa ragu akan memilih Ahok dalam hari pencoblosan 15 Februari nanti.

"Ahok sudah terbukti. Pokoknya buat saya Ahok haqqul yaqin," pungkasnya.

RMJ merupakan kumpulan aktivis Muhammadiyah yang pada Pilgub DKI 2017 ini menyatakan mendukung petahana untuk kembali melanjutkan program yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat Jakarta. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya