Berita

Politik

Kinerja Darmin Dan Sri Mulyani Jauh Dari Harapan Jokowi

SABTU, 11 FEBRUARI 2017 | 11:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Hingga saat ini tidak ada tanda-tanda pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat. Bahkan, di tengah pertumbuhan yang masih jauh dari target saat kampanye, yaitu sebesar 7 persen, pemerataan ekonomi kian jauh panggang dari apa.

"Saat ini, kesenjangan kian menganga. Kelompok orang kaya semakin kaya, sementara yang miskin kian terpuruk," kata Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo, beberapa saat lalu (Sabtu, 11/2).

Ekonomi, tegas Dahroni, merupakan salah satu sektor yang paling dirasakan oleh masyarakat. Ekonomi juga menjadi salah satu faktor utama performance pemerintah di mata publik.


"Ini masalah sandang. Citra pemerintah akan mudah jatuh bila ekonomi tak makin membaik. Tak sedikit, politik menjadi tak menentu karena ekonomi tidak stabil," tegas Dahroni.

Dahroni pun menilai, sosok Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ternyata tak bisa berbuat banyak. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ada beberapa pernyataan Sri Mulyani yang membuka persoalan-persoalan keuangan yang seharusnya dijaga.

"Sri Mulyani tiba-tiba kini seakan menjadi akademisi, dan bukan bagian dari pemerintahan. Ada apa ini? Seharusnya Sri Mulyani mencari solusi, bukan mengemukakan masalah," tegas Dahroni.

Menurut Dahroni, kinerja Darmin dan Sri Mulyani benar-benar tak sesuai harapan Jokowi. Karena itu, sangat pantas bila kedua sosok ini dicopot dari kabinet.

"Bila ada reshuffle, Darmin dan Sri Mulyani yang paling pantas diganti," demikian Dahroni. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya