Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jaya Suprana: Budaya Saling Hujat Dan Saling Fitnah

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 14:28 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA beruntung diperkenankan mengenal para tokoh seperti Cak Nur, Emil Salim, Frans Magnis Suseno, Sandyawan Sumardi, Bante Panyavaro, Hidayat Nur Wahid, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Soesilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo dan lain-lain. Saya banyak memetik berbagai pelajaran tentang kebangsaan, kenegaraan, kerakyatan, kemanusiaan, kehidupan dari para beliau yang sangat saya hormati itu.

Di alam demokrasi yang dihadirkan di persada Nusantara masa Orde Reformasi, wajar apabila timbul berbagai pendapat yang tidak selalu sama satu dengan lainnya. Pendapat kerap saling berbeda bahkan saling bertolak belakang. Wajar apabila dalam suasana saling beda pendapat timbul perdebatan yang makin terbuka dapat dilakukan siapa pun juga setelah teknologi informasi menghadirkan internet yang menghadirkan apa yang disebut media sosial.

Sangat disayangkan bahwa dalam perdebatan sebagai gelanggang adu pendapat  kemudian timbul suatu zat sosial baru yang disebut bully. Bully bahkan bukan lagi terkait masalah yang sedang diperdebatkan namun ganas merangsek masuk ke ranah pribadi yang sama sekali tidak ada kaitan dengan masalah yang sedang diperbedatkan.


Pada hakikatnya bully sama saja dengan hujat. Bahkan hujat tidak segan mengubah diri menjadi fitnah sebab sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan. Demi mengalahkan bahkan menghancurleburkan mereka yang beda paham, hujatan sengaja dihujatkan tanpa mengenal tata krama, etika, moral, budi pekerti, akhlak dan sejenisnya akibat memang tidak segan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.

Bahkan sasaran hujat dan fitnah merambah sampai ke para tokoh yang sebenarnya tidak layak dihujat dan difitnah. Mohon dimaafkan saya tidak berani menyebut hujatan atau fitnahan yang dihajarkan ke para tokoh yang sangat terhormat itu akibat tidak senonoh untuk ditulis di media terhormat yang sedang anda baca ini.

Mungkin diri saya yang bukan siapa-siapa ini memang pantas dihujat dan difitnah, namun rasanya tidak pantas menghujat apalagi memfitnah para tokoh terhormat. Pendek kata, saya hanya bisa menghela nafas sambil mengelus dada saya sendiri pada setiap saat saya mendengar atau membaca hujatan atau fitnahan keji yang dihujatkan kepada tokoh yang saya hormati itu.

Memprihatinkan bahwa budaya saling hujat dan saling fitnah itu merebak hanya akibat perbedaan pendapat atau paham di alam demokrasi. Sebagai seorang insan sederhana yang sedang berikhtiar mempelajari kedalaman ajaran Jesus Kristus Jangan Menghakimi dan keluhuran makna yang tersirat di dalam hadits Jihad Al Nafs maka saya tidak berani menghujat apalagi memfitnah sesama manusia. Juga akibat saya sadar bahwa diri saya sendiri belum tentu lebih baik ketimbang mereka yang gemar melakukan hujatan dan fitnahan itu.

Namun sekadar demi sedikit berupaya ikut merasakan perasaan para beliau yang dihujat apalagi difitnah, maka dalam kesempatan ini dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan agar para pelaku berkenan menahan diri dalam melemparkan hujatan dan fitnahan kepada siapa pun juga apalagi para tokoh yang selayaknya bahkan sewajibnya dihormati.

Saya memohon agar segenap pihak yang sedang berbeda pendapat untuk berkenan mengutamakan bukan kecurigaan, keamarahan, dan kebencian namun pengertian, penghargaan dan penghormatan.

Insya Allah, permohonan saya dikabulkan. Andaikata ditolak maka saya tidak berdaya apa pun kecuali menghela nafas sambil mengelus dada saya sendiri kemudian memanjatkan doa kepada Yang Maha Kasih untuk senantiasa berkenan melimpahkan Anugerah Kesadaran kepada para penghujat dan pemfitnah serta anugerah kesabaran kepada para beliau yang dihujat dan difitnah. [***]

Penulis adalah pembelajar makna kasih sayang

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya