Gelaran pilkada disebut berhasil jika proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS berlangsung tertib, jujur, dan adil sesuai dengan aturan UU dan peraturan KPU.
Untuk itu, pemilih diimbau tidak hanya menunaikan hak pilihnya, tetapi juga ikut memantau seluruh proses di TPS terutama saat penghitungan suara. Keterlibatan publik mengawasi proses pemungutan dan penghitungan di TPS akan sangat membantu mencegah praktik-praktik kecurangan.
Atas alasan tersebut, Gerakan Muslimah Memilih Pemimpin atau GMMP yang diinisiasi anggota DPD RI Fahira Idris akan menerjunkan 13 ribu lebih relawan atau Mujahidah Pilkada untuk memantau proses pemungutan dan penghitungan suara di seluruh TPS yang ada di Jakarta.
Fahira mengungkapkan, lahirnya inisiatif untuk mengawal dan memastikan Pilkada DKI Jakarta berlangsung jujur dan adil, berangkat dari keperihatinan terhadap kondisi sosial dan politik yang terjadi menjelang Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017 mendatang.
Menurutnya, ada semacam gerakan yang ingin menghalalkan segala macam cara untuk mencederai kejujuran dan keadilan yang menjadi syarat mutlaknya proses berlangsungnya sebuah pilkada.
Sepanjang gelaran pemilu atau pilkada yang pernah saya ikuti, Pilkada Jakarta kali ini benar-benar berbeda hawanya, suasananya, dan konstalasinya. Saya yakin semua dari kita merasakan hal yang sama. Jujur, saya pribadi sangat khawatir dengan kondisi yang terjadi saat ini,†ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/2).
Jika melihat dan meresapi peristiwa politik yang terjadi belakangan ini, lanjut Fahira, di mana sesuatu yang salah menjadi benar, sementara yang benar dicari-cari kesalahannya, menjadi hal yang wajar jika warga Jakarta mengkhawatirkan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta kali ini, terutama pada puncaknya nanti yaitu hari pemungutan dan penghitungan suara.
Sebagai warga negara, tambah Fahira, siapa saja berkewajiban membantu dan mengawal penyelenggara pilkada agar bisa bekerja secara tenang dan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan. Hal ini untuk memastikan sebuah hajatan demokrasi yang bernama pilkada ini berjalan, tidak hanya Luber tetapi juga jujur dan adil.
Agar pegawasannya lebih berkualitas, para mujahidah pilkada ini akan diberi berbagai penguatan kapasitas terutama memahami aturan main pemungutan dan penghitungan suara dan pengetahuan terkait berbagai hal yang termasuk dalam kategori pelanggaran di TPS,†jelas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini.
[ian]