Berita

Politik

RMJ Ajak Warga Muhammadiyah Patuhi Imbauan Ketua Umum

SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 21:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut sebagai kasus yang dibuat-buat. Terbukti dengan kesaksian dua saksi fakta dalam persidangan lanjutan yang digelar hari ini.

Begitu kata Ketua Relawan Matahari Jakarta (RMJ) Supriadi Djae dalam keterangannya kepada redaksi sesaat lalu (Selasa, 7/2).

Dijabarkan Supriadi bahwa saksi Jaenuddin alias Panel yang merupakan nelayan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu yang hadir mengikuti pidato Ahok pada 27 September 2016 lalu secara gamblang menegaskan bahwa tidak ada warga yang marah usai mendengarkan pidato.


Sementara Sahbudin alias Deni, seorang nelayan yang juga ikut hadir dalam penyuluhan budidaya ikan kerapu bahkan sama sekali tidak ingat Ahok menistakan agama.

"Yang dia ingat justru sikap legowo Ahok yang menyebut 'kalau ada calon yang lebih baik, jangan pilih saya (Ahok)'," sambung aktivis Pemuda Muhammadiyah itu.

Supriadi menyimpulkan, kesaksian dua saksi fakta tersebut menunjukkan bahwa kasus Ahok dengan sengaja dibuat-buat.

"Apalagi, tidak ada saksi pelapor yang menyaksikan langsung pidato Ahok di Pulau Seribu," sambung mantan ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut.

Atas alasan itu, Supriadi mengimbau rekan-rekannya di persyarikatan Muhammadiyah untuk tidak ikut dalam aksi 11 Februari mendatang. Terlebih, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sudah mengeluarkan imbauan untuk tidak ikut dalam aksi tersebut.

"Kalau pimpinan persyarikatan sudah mengeluarkan imbauan, wajib hukumnya warga Muhammadiyah mengikuti imbauan itu demi menjaga marwah persyarikatan," pungkas Supriadi.

Sebelumnya, Haedar Nashir mengimbau agar aksi yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu dibatalkan.

Menurutnya, aspirasi aksi serupa yang dilakukan untuk menuntut Ahok sudah diserap oleh penegak hukum. Maka tidak perlu lagi ada aksi lanjutan yang boleh jadi justru dapat menjadi kontraproduktif.

Haedar menilai bahwa bangsa ini perlu suasana yang lebih kondusif jelang hari pencoblosan 15 Februari. Maka akan jauh lebih bijak jika tidak ada aksi-aksi yang dapat memancing pro dan kontra di masyarakat.

Terakhir, dia menilai sudah cukup bagi umat dan masyarakat terbawa dalam suasana politik massa yang menguras banyak energi.

"Sungguh arif bila energi umat dan bangsa disalurkan untuk kerja-kerja produktif guna meningkatkan keunggulan dan kemajuan," sambung Haedar.

RMJ sendiri merupakan kumpulan aktivis Muhammadiyah yang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot). Untuk kembali melanjutkan program-program kerja yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. [wah]‎ 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya