Berita

Foto/Net

Politik

SBY: Bapak Presiden, Apakah Saya Tidak Punya Hak Tinggal Di Negeri Sendiri?

SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 15:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ratusan mahasiswa menggeruduk kediaman Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta, Senin (6/2).

Dalam kicauan di akun Twitter @SBYudhoyono, ketua umum Partai Demokrat itu menggambarkan situasi kediamannya.  

"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum dan keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," kicau SBY.


Ia mempertanyakan UU yang berlaku saat ini apakah sudah berubah. Ini mengingat dalam UU yang ada, kediaman pribadi tidak diperbolehkan untuk dijadikan tempat berunjuk rasa. Apalagi, tidak ada pemberitahuan dari pihak kepolisian akan adanya unjuk rasa tersebut.

"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya," sambungnya.

SBY mengaku sempat mendengar adanya provokasi dan agitasi kepada mahasiswa di Kompleks Pramuka Cibubur untuk meneriakkan tangkap SBY.

Atas semua kejadian ini, SBY mempertanyakan hak asasinya untuk tinggal di negeri ini kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki?" sambungnya.

"Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah SWT," pungkas rangkaian tweet SBY yang bertanda bintang (*) SBY pertanda kicauan itu ia tulis sendiri. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya