Berita

Foto/RMOL

Politik

Ketum Bamusi: Mustahil Bagi Ahok Lecehkan Martabat Kiai Maruf

SABTU, 04 FEBRUARI 2017 | 00:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Informasi bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan melaporkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin merupakan informasi bohong atau hoax.

Begitu tegas Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Hamka Haq dalam jumpa pers di Kantor PP Bamusi, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/2).

"Isu bahwa Ahok akan melaporkan al mukarom KH. Ma'ruf Amin ke Polri adalah tidak benar dan hanya "hoax" sama sekali, sebagaimana telah diklarifikasi sendiri oleh Ahok bahwa yang akan dilaporkan adalah saksi pelapor, bukan saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak kejaksaan," ujarnya.


Dijelaskan Hamka bahwa PDI Perjuangan, melalui organisasi sayap Bamusi sudah sejak awal membangun komitmen bersama kader-kader dari Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Relawan Nusantara (RelaNU) dan Muhammadiyah yang tergabung dalam Relawan Matahari Jakarta (RMJ) selama mendukung calon petahana Pilgub DKI.

Atas alasan itu, anggota DPR RI Komisi VIII ini menyatakan mustahil bagi pihak Ahok untuk melecehkan martabat sesepuh NU.

"Adalah mustahil pihak kami melecehkan martabat dan kehormatan almukarom KH. Ma'ruf Amin yang juga adalah Rais A'am NU. Dari pihak Ahok sudah meminta maaf dan almukarom KH. Ma'ruf Amin pun sudah memaafkannya," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Relawan Matahari Jakarta (RMJ), Supriadi Djae yang mendampingi jumpa pers Hamka menyatakan bahwa pernyataan Ahok dalam persidangan kedelapan kasus dugaan penistaan agama hanya sebatas mencari keadilan. Tapi, pernyataan itu dimanfaatkan oleh pihak tertentu sebagai alat meruntuhkan dukungan kepada Ahok.

"Apapun yang terkait persidangan kemarin hanyalah sebuah tindakan Pak Ahok untuk memperoleh keadilan. Ingat jangan ada yang dipelintir, kemarin itu Ahok ingin melaporkan saksi pelapor, bukan saksi ahli," ungkap mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.

Sedangkan, Dedi Permana perwakilan dari RelaNU yang juga mendampingi Hamka saat jumpa pers berharap kesalahpahaman yang terjadi antara Ahok dan KH Ma'ruf Amin tidak dibesar-besarkan lagi sehingga tidak menyulut perpecahan bangsa.

"Kita di sini untuk berdoa bersama agar persatuan warga Jakarta tidak terpecah," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya