Berita

Politik

Diary Gubernur Gagal

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 19:11 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MENJADI "orang keturunan" dan Kristen di negeri besar dengan 17 ribu pulau ngga susah-susah amat. Buktinya Om Liem, Ciputra, James Riyadi atau Franky Wijaya bisa jadi konglomerat. Buktinya, Ahok bisa jadi Wagub dan Gubernur DKI. Sekali pun ngga punya pengalaman organisasi, IQ pas-pasan dan minim pengetahuan. Jadi gubernur berarti lolos dari 6 skandal korupsi. Sudah menista Surat Al Maidah, namun ngga juga ditahan. Ngga seperti kasus Permadi, Rusgianti, Arswendo dan 130-an kasus serupa selama 15 tahun terakhir.

Menjadi "orang keturunan", Kristen dan gubernur sekaligus itu asyik. Bisa caci maki sekenanya. Ngomong "tokay" di tivi tetap dibela buzzer bayaran. Sehabis menista agama, ulama besar-cum-Rois Aam NU pun bisa diserang. Dituding berbohong. Diancam akan diproses hukum.

Bila seorang gubernur dikecam, dicaci, dihujani batu, ditolak blusukan, disumpahi cepet mati pasti ada sebabnya.


Indonesia negeri beradab dan budaya tua. Terkenal sebagai tempat hidup orang sopan dan santun. Sebab gubernur itu dibenci pasti bukan karena dia "orang keturunan" atau Kristen. Buktinya, Kristiadi Sanjaya alias Bong Hon San aman-aman saja jadi Wagub Kalbar.

Tidak pernah rakyat memberi amanah kepada seorang gubernur untuk menggusuri rakyat secara brutal. Lalu menuding mereka sebagai penyabot tanah negara dan pengintai turap. Hanya komunis extrim yang bisa ngomong begitu. Amanah seorang gubernur bukan untuk ngatain aktifis sebagai pelestari kemiskinan, menghina demonstran sebagai pencari nasi bungkus atau ngancem semprot mereka dengan bensin.

Ngga pernah ada gubernur macam begitu. Di seluruh dunia, baru ada satu gubernur kayak gitu. Sepanjang sejarah, baru ada di Jakarta, seorang gubernur-cum-penista agama yang pede minta dinominasikan sebagai kandidat peraih Hadiah Nobel Perdamaian. Perilakunya bikin ngilu. Hanya di Indonesia, manusia gubernur "orang keturunan" sekaligus Kristen macam begini bisa survive.

Dia pasti mati bila tinggal di Afganistan. Dieksekusi tembak bila jadi Walikota Shanghai. Di Singapura, Amerika, Eropa atau di Madagaskar, si mulut beringas ini bakal jadi langganan masuk bui. Alih-alih bersyukur dan berkaca diri, keluarganya malah ngomong "ngga guna hidup lebih lama di negeri ini." Publik sontak kompak menjawab, "Silahkan pergi keluar Indonesia. Segera. Secepatnya." [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya