Berita

Nusantara

Demi Menangkan Pilkada Lembata, PDIP Turunkan Elit Berkampanye

RABU, 01 FEBRUARI 2017 | 06:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

DPP PDI Perjuangan menurunkan sejumlah tokoh untuk jadi juru kampanye bagi bagi pasangan Viktor Mado Watun dan Mohamad Nasir pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung PDIP bersama PKB pada pilkada Kabupaten Lembata.
 
Kampanye terbuka digelar di tepi pelabuhan Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (31/1). Hampir 10.000 ribu massa simpatisan pasangan Viktor dan Nasir yang akrab disingkat dengan Viktori hadir dan antusias mendengarkan orasi.
 
Selain Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, turut hadir Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya dan anggota DPR-RI dari dapil NTT, Herman Hery.
 

 
Saat berpidato, Herman Hery menjelaskan kedatangan Sekjen PDIP sebagai utusan Ibu Megawati bertemu rakyat Lembata.
 
"PDIP adalah partai pemerintah. Tanah Lembata ini diusulkan Gubernur NTT sebagai tempat perayaan Hari Nusantara. Atas usulan gubernur itu, Presiden memutuskan. Itu bukan keputusan sembarangan. Itu keputusan politik bahwa pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mendukung rakyat Lembata," ujar Hery.
 
Paslon yang mengakui dan menghormati keanekaragaman di Lembata hanya ada di paslon Viktori,” ucap Frans. Dia juga mengatakan dirinya mendukung Viktor Mado Watun karena percaya Viktor akan berjuang tidak untuk memperkaya diri tapi memajukan dan melindungi masyarakt Lembata. Sebab calon pemimpin PDIP wajib harus memperjuangkan rakyat.
 
Untuk itu, dia bersama seluruh elemen PDIP di daerah NTT dan di pusat  berkomitmen membantu Viktor dan Nasir untuk mempercepat pembangunan pembangunan di Lembata.
 
Menurutnya, bila terpilih jadi bupati Lembata, Viktor akan berjuang membawa proposal pembangunan di Lembata ke Pemerintah Pusat. Bukan membawa proposal dan simpan di Jakarta.
 
Frans juga mengingatkan massa untuk tidak mau luluh karena adanya kemungkinan permainan uang jelang pencoblosan 15 Februari mendatang.
 
"Saatnya berjaga-jaga sebelum hari pencoblosan. Jangan mau dibeli dengan uang 100 ribu hingga 500 ribu. Harga diri tidak bisa diukur dengan uang," pesannya.
 
Sementara Viktor yang didaulat Sekjen DPP PDI Perjuangan untuk berorasi meminta agar dukungan massa tidak hanya saat kampanye tapi saat pencoblosan nanti.
 
Kehadiran Sekjen DPP PDI Perjuangan membuktikan PDIP tidak main-main. Berbagai program telah kami sampaikan ke masyarakat. Saya minta dukungan dan terima kasih atas dukungan yang diberikan termasuk saat hari pencoblosan 15 Februari mendatang,” ujar Viktor, yang merupakan wakil bupati petahana Lembata. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya