Berita

Rachel Maryam/Net

Politik

Rachel Maryam: Segitu Nafsunya Jatuhin Orang..

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 09:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain meminta klarifikasi Front Pembela Islam (FPI) dan imam besarnya Habib Muhammad Rizieq Shihab terkait isu "hubungan spesial" Habib Rizieq dengan Firza Husein, tidak sedikit pula publik menilai isu itu adalah fitnah sehingga tidak perlu ditanggapi.

"Dan, twitter hari ini ramai dengan membunuh karakter habib Rizieq yang di fitnah selingkuh. Gilak, makin bahaya dunia ini," twitt akun @FadzarFirdaus.

Akun @Moqsith mendoakan yang terbaik buat Habib Rizieq. "Berdoa kebaikan untuk Habib Rizieq. Semoga beliau sabar dan bisa tawakkal" pintanya.


Ada juga yang meminta agar isu itu tidak perlu diklarifikasi.

"Setuju!! gak perlu Habib Rizieq tanggapi Berita Sampah! Yg nuduh silahkan buktikan!" ujar akun @maulanatigor1.

Komentar tersebut menanggapi twitt politisi senior PKB MS Kaban di akun @hmskaban. "@M4ngU5il @TeddyGusnaidi @chirpstory yg nuduh yg harus buktikan dgn saksi, Hbib dah benar gak perlu tanggapi".

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rachel Maryam menilai isu "hubungan spesial" HR dengan FH tidak lebih dari sebuah fitnah yang dicari-cari.

"Segitu nafsunya jatuhin orang. Dicari-cari kesalahan hukum dr ujung rambut ke ujung kaki lanjut fitnah perselingkuhan. Revolusi mental pisan," twitt dia di akun @cumarachel.

Video pembicaraan suara perempuan yang disebut bernama Firza Husein dengan seseorang bernama Ema beredar secara viral. Rekaman percakapan itu berisi tentang curuhan hati FH tentang hubungannya dengan seorang Habib. Adapun Habib yang ada di dalam percakapan disebut-sebut adalah Habib Rizieq. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya