Berita

Fu Manchu/Net

Politik

Fu Man Hok Mesti Segera Ditumbangkan

KAMIS, 26 JANUARI 2017 | 06:40 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

TAHUN 1871, sekitar 500 orang "white men" menggantung 20 Tionghoa di ghetto Chinatown, Los Angeles. Aksi rasial ini diprovokasi rasa takut terhadap "Yellow Peril" (Bahaya Kuning).

Di awal abad 20, rasa takut terhadap Yellow Peril muncul dalam karakter fiksi karya penulis British Sax Rohmer. Tokoh fiksi itu diberi nama Dr. Fu Manchu, seorang super kriminal oriental dari negeri timur. Seluruh kebejatan orang Asia dan Bahaya Kuning bereinkarnasi dalam satu orang: Fu Manchu.

Di masanya, popularitas Fu Manchu sekelas dengan tokoh Dracula dan Sherlock Holmes. Selama beberapa dekade, persepsi barat terhadap orang Asia (khususnya Tionghoa) dipengaruhi tokoh fiksi ini.


Budayawan David Tang menilai karakter fiksional ciptaan Rohmer itu sebagai stereotyping rasial terburuk.

Karena Fu Manchu, orang Tionghoa dibayangkan sebagai sekumpulan bangsa licik, jahat, keji, punya rencana memusnahkan ras kulit putih. Padahal, sebagaimana bangsa lain, Tionghoa juga memiliki figur historis baik dan hebat seperti Huangdi, Lao Tze, Kongzi, Zengzi, Sun Tzu, Li Zhemin, Ganghis Khan, dan lain sebagainya.

Semua kebaikan dan sisi positif dari Tionghoa kalah oleh satu figur fiksi: Fu Manchu, The Imaginative Embodiment of Yellow Terror.

Di Jakarta, ada seorang figur politik yang punya potensi menjadi reinkarnasi semua orang Tionghoa dalam satu badan. Berbeda dengan Fu Manchu, figur ini nyata. Dialah Fu Man Hok.

Fu Man Hok bisa menjadi personifikasi imaginatif bahwa orang Tionghoa (khususnya politisi Tionghoa) itu kasar, suka mencaci maki, gemar menindas rakyat dengan penggusuran, hobi berbohong, koruptif, rasis, megalomania, ambisius, pro orang kaya, males mikir dan penista agama. Fu Man Hok tidak mampu menjadi "model minoritas" yang bisa diteladani.

Padahal, sepanjang sejarah Indonesia, tidak pernah ada politisi Tionghoa sebejat Fu Man Hok.

Mulai dari Harry Tjan Silalahi sampai Stenly Adi Prasetyo, politisi Tionghoa kerap santun dan intelek. Kwik Kian Gie contoh klasik modernnya.

Dulu, ada figur keras macam Kwee Thiam Tjing (si Tjamboek Berdoeri). Orang satu ini beberapa kali masuk bui karena terlalu keras mengecam Belanda, Tionghoa dan pribumi komprador. Namun, dia berbobot. Tidak kasar dan sebiadab Fu Man Hok. Karya sastranya dicari Ben Anderson.

Ada figur keras dan idealistik kaku seperti Yap Thiam Hien. Dia non kompromis terhadap apa pun yang tidak sesuai dengan pendiriannya. Seorang tokoh Kristen Protestan hebat. Namun, dia tidak pernah memaki orang dengan sebutan "taik". Dia tetap santun.

Karena ulah Fu Man Hok, seorang demonstran seperti Soe Hok Gie bisa dapet label "panasbung" karena hobi demo.

Saya kira Fu Man Hok mesti ditumbangkan. Segera. Sebelum dia sukses membangun citra negatif terhadap seluruh orang Tionghoa, seperti dulu dilakukan Fu Manchu. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya