Berita

Popong Otje Djundjunan/Net

Politik

Anggota DPR Tertua Dorong Pemerintah Realisasikan Program DLP

RABU, 25 JANUARI 2017 | 04:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung program Dokter Layanan Primer (DLP). Program DLP dinilai sangat bagus baik untuk masyarakat maupun untuk dokter sendiri.

"Prodi ini memberikan pilihan karir kepada dokter, jadi bukan hanya menjadi dosen atau dokter spesialis," kata Anggota Komisi X DPR, Popong Otje Djundjunan, Rabu (25/1).

Ceu Popong panggilan akrab politisi Partai Golkar ini melihat asas dari prodi DLP adalah manfaatnya yang bagus kepada masyarakat.


Sementara dari aspek yuridis, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan telah menolak permohonan judicial review UU Pendidikan Kedokteran (Dikdok) yang diajukan oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia. Sehingga pengaturan DLP dalam UU Dikdok tetap harus dijalankan.

"Dari aspek yuridis, putusan MK itu sangat jelas. Apa perlu diusik lagi? Kalau saja putusan MK diusik lagi, bagaimana hukum kita. Kita harus buktikan hukum bukan untuk dilanggar, tapi dilaksanakan," tegas anggota DPR tertua ini (78 tahun).

Ceu Popong tidak memungkiri, masih ada pihak-pihak yang kurang setuju terhadap program DLP ini. Sehingga ia berharap, melalui Panja Prodi DLP DPR, dapat menjadi jembatan, dan permasalahan ini tidak berlarut-larut.

Ia pun mendorong agar Pemerintah segera dipersiapkan Peratuan Pemerintah atau Peraturan Menteri, sebagai penguatan agar program ini dapat dilaksanakan. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya