Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Animal Farm

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 23:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KISAH yang tersurat di dalam ANIMAL FARM mahakarya George Orwell mengungkap kenyataan kemelut politik yang memberhalakan kepentingan kekuasaan sambil mempersetan kepentingan rakyat.

Kisah ANIMAL FARM diawali seekor babi tua pemenang berbagai sayembara hewan ternak bernama Mayor Tua meyelenggarakan rapat gelap dengan semua hewan di Peternakan Manor demi memberitahu bahwa dirinya bermimpi bahwa apabila semua manusia hilang maka segenap hewan memiliki kebebasan untuk hidup dalam kenyamanan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Mayor Tua menyebut manusia sebagai kaum penindas kemudian mengajarkan hewan-hewan menyanyikan lagu-lagu perjuangan membebaskan hewan dari penindasan. Setelah Mayor Tua mati maka dua ekor babi lebih muda bernama Snowball dan Napoleon melanjutkan perjuangan menyadarkan para hewan atas hak-hak asasi hewan.


Akhirnya para hewan berontak dan menghalau para manusia pemilik peternakan  keluar dari Peternakan Manor yang kemudian diganti nama menjadi Animal Farm (Peternakan Hewan). UU Dasar Hewan ditulis pada dinding kandang hewan agar semua hewan bisa selalu membacanya. UUD ke tujuh dan yang paling penting adalah "semua binatang adalah sama".

Perternakan Hewan bermula sesuai UUD Hewan. Snowball mengajar para hewan non-babi membaca dan menulis (walaupun tidak banyak hewan  mampu membaca dan menulis), makanan berlimpah disebabkan panen raya sukses, dan seluruh masyarakat hewan di Peternakan Hewan hidup adil dan makmur. Diam-diam Napoleon memisahkan anak-anak anjing dari orang tua mereka dan melatih mereka menjadi polisi rahasia. Ketika para manusia mencoba merebut kembali peternakan itu, semua binatang mengalahkannya dalam apa yang kemudian dikenal sebagai "Pertempuran Kandang Sapi". Akibat sama-sama mabuk kekuasaan maka Napoleon dan Snowball saling berebut kekuasaan untuk memimpin peternakan.

Ketika Snowball mengumumkan gagasannya tentang pembangunan sebuah kincir angin, Napoleon menentangnya dengan keras. Sebuah rapat diadakan, dan ketika Snowball memberikan argumentasi pembangunan kincir angin, Napoleon kewalahanan maka memanggil kesembilan anjingnya untuk menghalau Snowball dari peternakan itu. Dengan terusirnya Snowball, Napoleon memproklamasikan diri sebagai ketua peternakan dan membuat perubahan-perubahan secara radikal. Ia mengumumkan bahwa rapat-rapat tidak akan diadakan lagi dan sebuah dewan yang terdiri hanya daripada babi-babi akan didirikan untuk memutuskan apa yang akan berlaku di dalam peternakan mereka.

Napoleon makin sewenang-wenang, sehingga kehidupan di dalam peternakan menjadi makin sengsara bagi para hewan bukan babi. Para babi mulai belajar berjalan dengan tegak dengan kedua kaki serta membawa pecut, dan memakai pakaian. Tujuh Hukum telah diringkas menjadi satu hukum tunggal: "Semua Hewan Adalah Sama, Tetapi Beberapa Binatang Adalah Lebih Sama Daripada Yang Lain".

Pada suatu hari, Napoleon mengadakan pertemuan makan malam terbatas untuk para babi dan manusia. Para manusia di Peternakan Foxwood yang bertetangga dengan Peternakan Hewan mengucapkan selamat kepada Napoleon karena memiliki para hewan paling rajin bekerja walaupun diberi makanan paling sedikit.

Napoleon mengubah nama peternakan kembali menjadi "Peternakan Manor". Para hewan non-babi yang menguping KTT Napoleon dengan para manusia akhirnya sadar bahwa para babi telah mengubah ideologi Peternakan Hewan. Dari luar ruang KTT para hewan non-babi diam-diam mengintip bagaimana seusai makan malam, Napoleon sebagai pemilik Peternakan Manor bermain kartu poker dengan manusia pemilik Peternakan Foxwood.

Pada saat itu para hewan non-babi tersadar bahwa mereka kini sudah tidak bisa membedakan lagi antara wajah babi dengan wajah manusia. [***]

Penulis adalah pembelajar makna kerakyatan

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya