Berita

Foto: SIWO PWI Pusat

Olahraga

Jangan Ada Lagi Atlet Terkena Kasus Doping

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 09:31 WIB | LAPORAN:

Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menggelar Diskusi Indonesia Darurat Doping.

Kasus yang dipicu oleh merebaknya kasus doping di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 tersebut mendapat sambutan luar biasa dari para pembina olahraga Nasional.

"Diskusi ini merupakan wujud dari pemikiran rekan-rekan wartawan olahraga anggota SIWO Pusat yang muncul dalam diskusi-diskusi kecil di kantor kami maupun kantin KONI," kata ketua panitia diskusi, Gungde Ariwangsa kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.


Ia berharap seluruh stakeholder olahraga Indonesia makin peduli terhadap ancaman doping terutama dalam menghadapi Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia.

Diskusi ini bekerja sama dengan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora), KONI Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) serta Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesa (PB Perbakin).

Sejumlah pembicara yang hadir yakni Ketua LADI, Zaini Kadafi Saragih; Dr Lenae Suniardari Sport Science KOI (Komite Olimpiade Indonesia); Irwan Ali dari PB PABBSI (Persatuan Angkat Besi dan Angkat Berat Seluruh Indonesia); Kinugroho dari KONI Pusat; dr Hario dokter olahraga dan praktisi renang (PB PRSI) yang juga mantan ratu renang Indonesia, Zorya Perucha dengan moderator yang juga wartawan senior Tubagus Adhi.

Ketua Umum LADI, Zainal Kadafi Saragih menerangkan bahwa lembaga yang dipimpinnya ini masih terkena sanksi (di-band) oleh World Anti-Doping Association karena tidak bisa membayar kewajiban tahunannya. Hal ini dinilainya sangat menyedihkan dan memalukan Indonesia.

"Ke depan, LADI perlu didukung oleh pendanaan yang baik, dan personal yang lengkap, sehingga lembaga ini dapat bekerja secara maksimal," katanya.

Pihaknya berharap pada multi event Asian Games 2018 mendatang Indonesia tidak hanya sukses sebagai penyelenggara saja, tetapi sukses karena tidak ada satupun atlet Indonesia yang terkena kasus doping sebagaimana pada PON XIX/2016 yang lalu.

"LADI perlu bekerjasama dengan KONI Pusat agar sosialisasi ke seluruh stakeholder olahraga di seluruh Indonesia dapat mencapai sasaran," tukasnya.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya