Berita

Foto/Net

On The Spot

Hiasan Gambar Ayam Api Paling Dicari Para Pembeli

Melihat Suasana Persiapan Imlek Di Glodok
JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 08:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tahun Baru China, atau di Indonesia dikenal dengan nama Imlek akan dirayakan pada 28 Januari. Sejumlah pedagang musiman perlengkapan Imlek mulai tampak di beberapa wilayah di Jakarta.

Salah satunya berada di Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat. Sejumlah stan digelar persis di pinggir jalan sepanjang 300 meter tersebut, dan di sejumlah emperan kios-kios yang berjejer di jalan itu.

Salah satu pedagang yang menggelar lapak di pinggir jalan adalah Andre. Bersama seorang rekannya, dia mendirikan stan sekira 3x3 meter sebagai tempat meletakkan berbagai pernak-pernik keperluan Imlek.


Berbagai lampion berbentuk bulat berwarna merah digantung di bagian depan. Sementara ber­bagai hiasan mulai dari gambar ayam api, hingga amplop khusus tempat angpao, diletakkan persis di bawah deretan lampion yang digantung.

Siang itu, sejumlah calon pembeli tampak hilir mudik ke lapak milik Andre. Salah satunya Johan. Selama beberapa menit, dia mengamati sejumlah barang di lapak milik Andre. Setelah tawar menawar, dia membeli sebuah hiasan berbentuk ayam api.

"Tahun baru ini kan tahun ayam api, makanya saya beli ini," kata Johan sambil menunjukkan barang belanjaannya kepada Rakyat Merdeka.

Katanya, dia biasa belanja berbagai perlengkapan Imlek di lapak-lapak yang digelar di sepanjang jalan tersebut. Selain harganya lebih murah, dia pun mendapat pelayanan yang cukup ramah dari pedagang.

Setelah Johan, sejumlah calon pembeli juga berdatangan ke lapak milik Andre. Ada yang sekadar menanyakan harga, ada pula yang membeli beberapa pernak-pernik hiasan Imlek di lapak tersebut.

Andre, sang pemilik lapak, mengaku sebagai pedagang musiman. Biasanya, dia berjualan di dekat Museum Fatahillah. Dia mulai berjualan di pinggir jalan tersebut sejak tanggal 25 Desember 2016.

"Ini cuma musiman berdagang pernak-pernik perlengkapan Imlek," kata Andre yang mengenakan kemeja abu-abu kepada Rakyat Merdeka.

Dia menambahkan, semakin mendekati hari H, para pembeli biasanya akan semakin ramai hilir mudik ke lapaknya. Makanya, dia pun menggelar da­gangannya dalam waktu cukup lama dalam sehari.

"Saya mulai buka dari jam 7 pagi, dan biasanya tutup jam 12 malam. Paling ramai biasanya sore. Hari libur biasanya lebih ramai lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Andre, ta­hun ini dia menjual lengkap se­mua perlengkapan dan keperluan untuk perayaan Imlek. Karena bertepatan dengan tahun ayam api, maka dagangannya yang paling laris adalah segala macam pernak pernik yang berunsur ayam api.

"Paling laku yang ada unsur ayam apinya, seperti gambar hiasan ayam api maupun ang­pao bergambar ayam api. Kalau pernak-pernik yang lain, luma­yan juga," katanya.

Hal senada disampaikan Joni, pedagang pernak pernik lainnya. Kata dia, ramainya pembeli akan terus berlanjut hingga sehari menjelang Imlek. Di tokonya, Joni menjual pernak pernik seperti lampu lampion, mainan kepala barongsai, dan patung dewa. "Dua hari ini, pembeli pernak-pernik Imlek sudah se­makin meningkat," ujar Joni.

Harga yang ditawarkan ber­macam-macam. Lampion uku­ran kecil dibanderol Rp 50 ribu, sedangkan yang besar Rp 100 ribu. Patung dewa dijual dengan harga Rp 75 ribu untuk ukuran standar, dan Rp 100 ribu yang besar.

Sedangkan lilin merah di­tawarkan dengan harga Rp 10 sampai Rp 20 ribu, tergan­tung ukuran dan panjang lilin. Sedangkan untuk guci, Joni menjualnya seharga Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu per buah.

"Keuntunganya menjual per­nak-pernik Imlek ini lumayan untuk menambah penghasilan keluarga," katanya.

Mulai ramainya pembeli per­nak-pernik Imlek pun turut dira­sakan pedagang ikan bandeng, Hadi. Menggelar dagangannya di pasar tradisional yang berada di Jalan Petak Sembilan, dalam sehari dia bisa menjual 30-50 ekor ikan bandeng dengan harga Rp 40-60 ribu per ekor.

Mahalnya harga bandeng karena ukurannya lebih besar dibanding hari biasa. "Ikan bandeng yang saya jual, rata-rata beratnya tiga kilogram per ekor. Untuk Imlek, pembeli mencari bandeng yang ukuran­nya besar untuk persembahan," tutur Hadi.

Hadi menjelaskan, ikan ban­deng menjadi keharusan bagi warga Tionghoa. Pasalnya, ikan bandeng menjadi salah satu persyaratan wajib dalam ritual sembahyang untuk para arwah leluhur pada hari Imlek.

Tak jauh dari pusat pernak-pernik Imlek, terdapat sebuah tempat ibadah bersejarah, Vihara Kim Tek Le, atau dikenal dengan namaVihara Dharma Bhakti. Sore itu, vihara yang berada di jalan Kemenangan dan Jalan Petak Sembilan terlihat cukup ramai.

Sejumlah orang hilir mudik memasuki tempat persembahyangan. Bau puluhan batang hio yang dibakar di atas mangkuk dupa menyengat dari bagian luar hingga ke bagian tempat bersembahyang.

Di bagian dalam, lilin-lilin besar dinyalakan sebagai salah satu syarat peribadatan. Di teras rupang Kwan Im, puluhan lam­pion merah berbentuk bundar tergantung indah.

Senin, 2 Maret 2015, vihara yang dibangun pada tahun 1650 itu mengalami kebakaran. Sebanyak 18 patung habis dilalap si jago merah. Selain itu, akibat kebakaran juga menghancurkan bangunan utama beserta rupang-rupang ikut musnah terbakar, terkecuali rupang Kwan Im dan dua rupang lainnya yang berhasil diselamatkan. Vihara dibangun kembali awal tahun lalu.

Berbeda seperti pasar di dekatnya, vihara ini masih tampak terlihat hening. Dari pantauan, han­ya ada aktivitas sejumlah warga yang bersembahyang. "Ya setiap hari memang begini, belum ada persiapan tertentu untuk Imlek," kata seorang pengurusyang menolak disebut namanya.

Menurut penanggalan, tahun baru Imlek 2568 menandai dimu­lainya tahun ayam. Berdasarkan penghitungan kalender masehi, tahun baru Imlek jatuh pada Sabtu, 28 Januari 2017. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya