Berita

Ahok-Rizal Ramli/net

Politik

Rizal Ramli: Sebetulnya Masalah Ahok Mudah Diselesaikan

SABTU, 07 JANUARI 2017 | 11:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Menko Maritim dan Sumber Daya, Dr. Rizal Ramli, mempertegas lagi pandangannya menyangkut kasus hukum yang membelit Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok.

Menurut Rizal, pemerintahan Joko Widodo sudah cukup lama tersandera oleh perkara satu orang Ahok. Padahal, saat ini banyak permasalahan lain yang lebih penting untuk segera ditangani pemerintah. Urusan-urusan itu jauh lebih rumit ketimbang sekadar urusan Ahok seorang.

"Sebetulnya masalah Ahok ini mudah diselesaikan. Semua penista agama ditangkap. Maka kalau Ahok ditangkap dan ditahan, seperti yang lainnya, energi bangsa bisa kita hemat untuk fokus pada urusan-urusan lebih penting," ujar Rizal dalam keterangan singkatnya.  


Menko Perekonomian di awal masa reformasi itu memang beberapa kali melontarkan penyesalannya melihat kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok sampai menimbulkan gejolak sosial di Tanah Air.

Salah satu pandangan paling komprehensif dari Rizal mengenai perkara Ahok ini pernah diterbitkan oleh media asing ternama, The Wall Street Journal, edisi 9 November 2016.

Ia tegaskan, gejolak sosial yang terjadi di ibu kota Indonesia belakangan ini bukan dipicu latar belakang Ahok yang keturunan Tionghoa dan beragama Kristen, seperti diberitakan ragam media massa internasional.

Dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, kata Rizal, adalah kasus terakhir setelah sebelumnya kebijakan-kebijakan Ahok sebagai gubernur memarjinalkan orang-orang miskin dan meninggalkan jejak skandal keuangan.

Kala itu, Rizal mengatakan, skenario terbaik untuk Ahok adalah mengakui kesalahannya dan mengundurkan diri dari Pilkada Jakarta. Jokowi harus menarik mundur Ahok dan meminta melakukan yang terbaik bagi negara.

"Itu akan meredakan situasi genting dan mencegah fundamentalis untuk mengejar kekuasaan," ungkap Rizal. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya