Berita

Argo Yuwono/Net

Pertahanan

Sebelum Beraksi, Pembunuh Sadis Pulomas Urunan Modal Rp 1 Juta Per Orang

SENIN, 02 JANUARI 2017 | 16:16 WIB | LAPORAN:

Komplotan kasus pencurian dengan kekerasan di Pulomas, Jakarta Timur (Jaktim) telah merencanakan target operasi sebelum eksekusi.

Bahkan, setiap anggota grup "Korea Utara" itu wajib patungan untuk biaya operasional di setiap aksinya.

"Untuk kegiatan perampokan ini ada urunan (patungan) dari empat orang sebesar Rp 1 juta (per orang)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Senin (2/1).


Dari total anggatan sebesar Rp 4 juta tersebut, mereka menyiapkan kendaraan operasional dan keperluan lainnya.

Persiapan tersebut dilakukan di Bekasi, lokasi tersangka Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang dibekuk.

"Jadi, empat orang ini kumpul di Bekasi. Urunan terkumpul Rp 4 juta, sebagai modal untuk sewa kendaraan dan biaya makan," papar lulusan Akpol 1991 itu.

Tugas untuk mencari kendaraan operasional dibebankan kepada tersangka Alfins Bernius Sinaga. Sedangkan tersangka Ridwan Sitorus alias Ius Pane untuk memeriksa kondisi rumah target sebelum mereka beraksi.

Untuk target operasi, komplotan tersebut sengaja mencari rumah yang tidak terkunci. Lalu, mengancam penghuni rumah dengam senjata api atau tajam untuk menakut-nakuti.

Setelah korban dilumpuhkan dengan cara diikat atau disekap di sebuah ruangan, mereka menguras harta bendanya untuk dibawa kabur.

"Modus operandinya, merampok hanya untuk mencari barang-barang berharga," demikian Argo. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya