Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Jika Benar Hampa Udara, Korban Kasus Pulomas Meninggal Dalam 30 Detik

SENIN, 02 JANUARI 2017 | 09:57 WIB | LAPORAN:

. Kasus kematian dalam ruangan kerap terjadi di dalam kendaraan. Penyebabnya, gas karbon monoksida (CO) yang menyebabkan oksigen terhambat.

Lalu, bagaimana jika terjadi di ruangan sempit dengan jumlah orang yang banyak seperti kasus kematian di Pulomas, Jakarta Timur?

"Kalau ruangan biasa, banyak penghuninya juga bisa (menyebabkan kekurangan oksigen)," kata salah satu anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Yunda Febriana kepada RMOL, Senin (2/1).


Menurut Yunda, kekurangan oksigen dalam darah juga berpotensi menyebabkan kerusakan otak. Apalagi jika hal tersebut berlangsung secara terus-menerus.

Kemampuan seseorang biasa untuk bertahan di ruangan hampa udara, lanjutnya, hanya dalam hitungan detik. Karena saat seseorang keracunan CO, akan memicu lebih banyak karbon dioksida (CO2) dalam darah saat berkurangnya oksigen (O2) di ruangan.

"Kalau benar-benar hampa udara, (estimasi kematian) 20-30 detik sudah maksimal. Karena, lebih dari itu menyebabkan kerusakan otak," papar dokter lulusan Universitas Malahayati Lampung itu.

Yunda juga memaparkan terkait ciri fisik kematian seseorang saat kekurangan oksigen dalam darah. Menurutnya, ciri paling mencolok dari korban kematian yang mengalami kekurangan oksigen dapat dilihat dari warna kulitnya yang terlihat lebih gelap.

"Kalau keracunan CO biasanya, (kondisi) mayatnya lebam kemerahan. Kalau kekurangan O2, warna kulit mayat lebih gelap," urai dokter yang tergabun dalam Solidaritas Perempuan NKRI tersebut.

Sebelumnya, enam dari sebelas korban kasus dugaan pencurian dengan kekerasan di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jaktim, Selasa (27/12), dinyatakan tewas akibat kekurangan oksigen dalam darah.

Meski tidak ada indikasi lain terkait kematian korban, namun tidak penjelasan resmi dari kepolisian terkait ciri tubuh korban saat meregang nyawa.

"Hasil otopsi menyatakan korban meninggal karena kekurangan oksigen dalam darah. Tidak ada luka tusuk di tubuh korban. Darah yang mengalir dan membasahi almarhum itu dari hidung, karena ada sumbatan, jadi pecah pembuluh darah. Luka di kepala karena benturan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, Rabu (28/12). [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya