Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Renungan Akhir Tahun: Sumantri Dan Sukrasana

SABTU, 31 DESEMBER 2016 | 06:53 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DEMI ikut menghanyutkan diri ke dalam arus tradisi Renungan Akhir Tahun, mari kita renungi fenomena fakta demokrasi telah mempersembahkan hak kepada rakyat untuk memilih pemimpin mereka sendiri.

Maka di masa kampanye pemilu, rakyat senantiasa dirayu habis-habisan oleh para calon pemimpin rakyat agar memilih sang perayu. Para calon mengobral janji-janji surga ketujuh demi menjebak rakyat agar memilih mereka sebagai pemimpin rakyat. Naas, setelah pemilu usai dan mereka yang telah dipilih oleh rakyat untuk menjadi pemimpin kerap mendadak dijangkiti virus amnesia sehingga total lupa segenap janji-janji surga yang diobral di masa kampanye.

Kasihan rakyat diperalat demi merebut kekuasaan ! Setiap kali meyaksikan para pemimpin rakyat mengkhianati rakyat yang justru telah memilih mereka untuk menjadi pemimpin rakyat, saya teringat kepada kisah Sumantri dan Sukrasana.


Mereka berdua adalah putra dari Resi Suwandagni, namun sejak kecil diasuh oleh kakeknya yaitu Resi Wisanggeni di padepokan Ardisekar. Sumantri adalah seorang pemuda rupawan berpenampilan kesatria sejati, sedangkan Sukasrana bertubuh cebol dan berwajah mengerikan seperti raksasa sejati.

Sumantri ambisius ingin menjadi pejabat tinggi kerajaan, sementara Sukrasana sederhana dan merasa puas sebagai rakyat jelata. Maka Sumantri berangkat ke kerajaan Maespati demi ingin mengabdi sebagai pejabat tinggi Prabu Arjuna Sasrabahu.

Untuk menguji kesaktian Sumantri, Prabu Arjuna Sasrabahu memerintahkan kakak Sukrasana untuk memindahkan taman Sri Wedari ke Maespati dalam waktu satu malam. Sumantri bingung. Jangankan memindahkan taman Sri Wedari, letaknya saja dia tidak tahu.

Dalam keadaan bingung Sumantri teringat kepada adiknya yaitu Sukrasana yang sakti-mandraguna Maka Sumantri minta bantuan Sukrasana untuk memindah Taman Sriwedari ke Maespati. Sumantri berjanji surga kedelapan apabila Sukrasana berhasil memindah Taman Sriwedari ke Maespati maka sang adinda boleh bermukim di Taman Sriwedari di Maespati agar bisa selalu bersama kakanda tercintanya.

Langsung Sukrasana mengerahkan aji Chandra Birawa demi memindah taman Sriwedari ke negeri Maespati dalam sekejap mata.

Prabu Arjuna Sasrabahu terkagum-kagum melihat Taman Sriwedari mendadak berpindah lokasi ke Maespati maka Bambang Sumantri diangkat menjadi Patih Kerajaan Maespati, dengan gelar Patih Suwanda.

Sementara itu di taman Sriwedari, permaisuri Arjuna Sasrabahu menjerit ketakutan melihat sesosok raksasa cebol berwajah mengerikan berkeliaran di sana. Maka Arjuna Sasrabahu meminta agar Sumantri untuk mengusir raksasa cebol tersebut.

Sumantri, terkejut ketika menyadari bahwa sang raksasa cebol mengerikan ternyata adalah adiknya sendiri, Sukrasana. Namun demi memenuhi perintah rajanya, sang kakak lalu mengusir sang adik untuk pergi dari Taman Sriwedari. Tentu saja Sukasrana tidak mau pergi maka Sumantri menakut-nakuti adiknya, dengan pura-pura akan memanah adiknya. Tetapi anak panah yang diarahkan Sumantri kepada adiknya, terlepas dari busurnya dan sang anak panah menembus dada adiknya sehingga matilah Sukasrana!

Selama harapan belum dilarang, marila kita sambut Tahun Baru dengan harapan bahwa setelah Pilkada 2017 terlaksana , InsyaAllah  tidak ada lagi kepala daerah yang dipilih rakyat tega mengkhianati rakyat seperti Sumantri tega mengkhianati Sukrasana. Selamat Tahun Baru! [***]

Penulis adalah pembelajar falsafah hidup terkandung di dalam Wayang Purwa

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya