Claudio Ranieri makin frustasi lantaran anak asuhnya terus terperosok ke dasar klaseÂmen. Terutama setelah melihat penampilan Riyad Mahrez yang semakin melorot.
Hasil negatif kembali diperÂoleh sang juara bertahan Leicester City saat menjamu Everton, di ajang Boxing Day, di King Power Stadium, kemarin WIB. The Foxes harus menyerah 0-2.
Di laga itu, Mahrez untuk kali pertama sejak Oktober 2015 tidak tampil sebagai starter di Premier League. Dia masuk sebagai pengganti di menit ke-64 untuk Andy King.
Ranieri menyebut sang peÂmain sedang butuh sentilan untuk kembali ke performa terbaiknya. Musim ini Mahrez sudah tampil 17 kali dengan torehan tiga gol dan tiga assist. Sudah lima partai beruntun peÂmain internasional Aljazair itu tak mencetak gol.
Padahal musim lalu, gelanÂdang 25 tahun ini sangat produkÂtif. Dia mencetak 17 gol dan 10 assist dalam 37 pertandingan di liga yang mengantarkan Leicester jadi juara.
"Saat ini dia sedang tidak daÂlam performa bagus. Saya ingin menstimulasinya," kata Ranieri kepada
Sky Sports.
The Foxes telah menelan kekalahan kesembilan dalam 18 pertandingan liga atau setenÂgahnya. Hanya satu kemenangan yang bisa dicetak Leicester daÂlam sembilan pertandingan liga terakhirnya, kala menundukkan Manchester City 2-4.
"Kami harus terus bekerja keras dan mesti sangat memerÂhatikan detil-detil kecil. Hanya detil-detil kecil yang mengeceÂwakan kami. Kami harus beÂreaksi sesegera mungkin," kata Ranieri.
Leicester kini terperosok ke posisi 16 klasemen sementara dengan 17 poin, hanya berjarak 3 poin dari zona degradasi. Selanjutnya, Leicester akan menjamu West Ham di laga penutup tahun, 31 Desember nanti. "Segalanya berlangsung baik untuk enam tahun pertama dan sekarang semuanya salah. Kami harus berjuang," tegasnya.
Pada laga kemarin, kedua tim bermain imbang tanpa gol di sepanjang babak pertama. Everton kemudian menciptakan gol pembuka di awal babak kedua melalui Kevin Mirallas pada meÂnit 51 yang diperbesar Romelu Lukaku menjelang bubaran.
Leicester dan Everton sama-sama kesulitan membuat peluÂang berbahaya di sepanjang baÂbak pertama. Namun, Leicester sedikit bermain lebih baik dari tamunya. ***