Berita

Foto/Net

Politik

Selalu Prioritaskan Muslim, Ahok Tidak Mungkin Menista

RABU, 14 DESEMBER 2016 | 01:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tangisan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama merupakan ekspresi kesedihan karena dirinya dituduh menista agama Islam. Padahal di satu sisi, dia sangat menyayangi keluarga angkatnya yang beragama Islam.

"Itu tangisan kesedihan karena beliau dituduh menista Islam, yang otomatis beliau dituduh menistakan keluarga angkatnya yang muslim taat," ujar Ketua Relawan Matahari Jakarta (RMJ) Supriadi Djae kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (13/12).

Dijabarkan Supriadi, jika melihat latar belakang kehidupan Ahok yang diangkat anak oleh pasangan keluarga muslim taat asal Bugis, Andi Baso Amier dan Ibu Hajjah Misribu binti Acca, maka tidak mungkin Ahok memiliki niat untuk menista agama kedua orang tua yang turut membesarkannya.


"Apalagi, perjalanan Ahok menempuh pendidikan pernah dibantu oleh kakak angkatnya,Haji Analta Amir," sambung mantan ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.

Belum lagi jika menilik kepemimpinan Ahok di Jakarta yang bisa dibilang sangat Islamis karena selalu memprioritaskan umat Islam selama memimpin. Ia membangun Masjid Fatahillah yang berdiri megah di Balaikota dan mengumrohkan para marbot dan penjaga makam.

"Menurut RMJ, itu bukti bahwa Ahok tidak benci Islam. Sebaliknya, dia sangat memprioritaskan kaum muslim, buktinya marbot saja diumrohkan," lanjut pria yang akrab disapa Sudja itu.

Untuk itu, Sudja mengimbau kepada masyarakat, khususnya umat Islam, untuk bisa mengikuti jalannya persidangan Ahok secara objektif. Karena hanya dengan begitu, masyarakat bisa menilai sendiri apakah ada unsur penistaan agama atau tidak dalam kasus Ahok.

"Namun begitu, paling penting adalah masyarakat bisa menerima apapun keputusan pengadilan. Jangan ada intervensi opini apalagi tekanan massa," pungkas pria yang saat ini masih aktif di Pemuda Muhammadiyah itu.

Relawan Matahari Bangsa adalah kumpulan aktivis Muhammadiyah yang pada Pilgub DKI 2017 menyatakan untuk mendukung petahana. Mereka menilai, program yang sudah memiliki manfaat besar bagi warga Jakarta layak untuk diteruskan. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya