Berita

Olahraga

Ketum KONI DKI: Terlalu Banyak Air Mata Atlet Berjatuhan Di PON Jabar

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 17:47 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum KONI DKI Jakarta Raja Sapta Ervian menegaskan bahwa tidak ada pengurus cabang olahraga di DKI Jakarta yang gagal membina atlet pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, lalu.

Yang gagal justru penyelenggaraannya. Banyak terjadi kecurangan dalam setiap pertandingan.  

Penegasan ini disampaikan Raja Sapta Ervian saat membuka acara Rapat Koordinasi KONI Provinsi DKI Jakarta di Grand Whiz Hotel Kepala Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.


Eyi, sapaan akrab Raja Sapta Ervian menambahkan, terlalu banyak air mata atlet yang berjatuhan di arena pertandingan PON Jabar lantaran ketidaksportivan wasit memimpin pertandingan. Banyak atlet yang dirugikan, tidak hanya yang berasal dari DKI Jakarta tetapi juga dari kontingen lain.

"Bagaimana tidak menangis atlet kalau mereka yang sudah berlatih bertahun-tahun menjelang PON, tiba-tiba dicurangi saat pertandingan. Yang patut kita ingat bahwa olahraga itu bukan masalah kalah dan menang, tetapi bagaimana kita bisa menjunjung tinggi sportivitas untuk mencapai prestasi," kata Eyi.

Namun begitu, Eyi meminta jangan ada pengurus cabang olahraga yang berkecil hati karena tidak berhasil menyumbang medali.

"Karena atlet kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan hasilnya tidak sesuai harapan karena dicurangi," ucapnya.

Sementara itu Ketua bidang Pembinaan Prestasi Taufik Yudhi Mulyanto menambahkan, banyak cara yang dilakukan tuan rumah untuk menjegal upaya kontingen DKI Jakarta mencapai juara umum. Salah satunya dicoretnya salah seorang atlet renang indah DKI Jakarta dari keikutsertaaanya dengan alasan melewati batasan usia.

Rapat Koordinasi KONI DKI Jakarta dihadiri hampir seluruh perwakilan cabang olahraga, badan fungsional, dan enam KONI Wilayah termasuk KONI Kepulauan Seribu.

Pada rapat kelompok sesuai dengan konsentrasi cabang olahraga, semua berjalan lancar. Materi bahasan cabang olahraga lebih mengarah bagaimana bagaimana setiap cabang olahraga fokus menatap PON XX/2020 Papua.

Kendati banyak cabang olahraga yang mengaku agak terkendala dalam persiapan PON XIX/2016 Jawa Barat lalu, namun semua dapat memaklumi karena proses tender peralatan olahraga yang sangat terlambat dari Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta.

Kita mengharapkan semua kebutuhan atlet dalam mempersiapkan diri menuju PON berikutnya bisa sesuai dengan rencana," kata Eyi saat acara penutupan rakor.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya