Berita

Kesehatan

Peringati Hari Ibu, IIPG Bantu Pasien Thalasemia

JUMAT, 09 DESEMBER 2016 | 20:20 WIB | LAPORAN:

Dalam rangka memperingati Hari Ibu setiap 22 Desember, Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) mengunjungi pasien Thalasemia di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta, Jumat (9/12).

Kunjungan ditujukan sebagai bentuk kepedulian kepada penderita Thalasemia, yakni penyakit yang disebabkan gangguan genetik di mana tubuh tidak dapat memproduksi sel darah secara normal. IIPG juga menyerahkan bantuan antara lain syringe pump, buku bacaan, goody bag dan santunan.

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Umum IIPG Deisti Novanto didampingi sejumlah pengurus seperti Letty Roem Kono dan Lisa Robert Kardinal. Hadir juga dalam acara tersebut dr. Fani selaku direktur RS Harapan Bunda, Ketua Yayasan Thalasemia Indonesia Rini Amaluddin, dan perwakilan Perhimpunan Orang Tua Penderita Talassemia Indonesia.


"Kunjungan pertama kami adalah menyapa rekan-rekan kita penderita Thalasemia di RS Harapan Bunda. Dan, Insya Allah akan dilanjutkan ke beberapa lokasi lainnya," kata Deisti.

Dia mengatakan, pasien penderita Thalassemia prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Karena disebabkan faktor genetik maka salah satu jalan keluarnya adalah dengan memutus mata rantai genetik pembawa sifat Thalasemia.

"Angka tiga sampai delapan persen menurut Depkes, dan enam sampai sepuluh persen berdasarkan publikasi WHO, Indonesia termasuk yang tinggi prevalensi Thalasemia. Data Depkes juga menyebutkan bahwa Jakarta menduduki angka ke dua tertinggi sebesar 12,3 persen," ujar Deisti

Menurutnya, IIPG juga mengungkapkan rasa salut atas kesabaran para penderita Thalasemia, khususnya Thalasemia Mayor. Sebab, secara rutin mereka harus melakukan transfusi darah untuk mengganti sel-sel darah yang rusak.

"Alhamdulillah, sebagian besar sudah menggunakan layanan BPJS. Sehingga biaya yang besar dalam melakukan transfusi dapat membantu penderitaan mereka," pungkas Deisti.
 
Koordinator Bidang Kesra IIPG Letty Roem Kono berharap Kementerian Kesehatan dapat terus memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan penyebaran penyakit Thalasemia. Menurutnya, sebagian masyarakat masih tabu dalam hal memeriksakan diri terkait ada tidaknya penyakit genetik.

"Mengingat prevalensi penyakit Thalasemia yang tinggi di Indonesia perlu kiranya ada kesadaran dari masyarakat agar dapat memeriksakan diri untuk memastikan ada tidaknya pembawa sifat Thalasemia. Khususnya bagi pasangan yang akan menikah. Ini adalah tugas dari Penyuluh Kesehatan Masyarakat di bawah Departemen Kesehatan," demikian Letty. [wah]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya