Keputusan Nico Rosberg pensiun dini membuat Mercedes kini harus mencari pengganti. Kabarnya, separuh pebalap F1 saat ini disebut sudah menawarÂkan diri.
Klaim tersebut dilontarkan oleh Chairman Nonexecutive Mercedes Niki Lauda, menyusul keputusan mendadak Rosberg untuk pensiun dari dunia memÂbalap 'Jet Darat' hanya beberapa hari setelah memastikan diri jadi kampiun F1 2016. "Beberapa jam sebelum pengumuman ke publik," ucap Lauda kepada Gazzetta dello Sport dan dikutip Motorsport.com, ketika ditanya kapan dirinya tahu Rosberg meÂmutuskan pensiun.
"Ia memberi tahu kami lewat telepon. Saya menerimanya denÂgan buruk, saya tidak mendugÂanya, di Mercedes tak ada yang membayangkan ia sudah merasa cukup. Pada awalnya saya tidak percaya. 'Nico, apa mungkin kamu sedang bergurau? Apa ini lelucon?' Tapi ia bilang semua itu memang benar," tuturnya.
Keheranan juara dunia F1 sebanÂyak tiga kali (1975, 1977, 1984) itu sedemikian besar karena memÂbandingkan dirinya dulu dengan keputusan Rosberg saat ini. "Ketika saya menjuarai titel pertama, saya langsung memikirkan bagaimana caranya meraih yang kedua. Tak demikian dengan Nico. Keputusan Rosberg membuat kami terkaget-kaget dan semua yang berkontribusi pada keberhasilannya meraih titel menerima dengan buruk," sebut Lauda.
Lauda mengatakan fakta bahÂwa para pebalap top saat ini masih dalam kontrak dengan tim lain membuat tugas mengÂgantikan Rosberg tidak mudah. Menunjuk pebalap muda, seperti Pascal Wehrlein, pun merupakan langkah berisiko.
"Kami sudah kehilangan seÂorang kampiun, pebalap terbaik 2016. Takkan mudah mengganÂtikannya karena seluruh driver dengan standar tertentu sudah dikontrak tim lain," katanya.
"Merekrut seorang pebalap muda berisiko, kami tak tahu pasti apa ia bisa jadi tangguh. Praktis separuh dari pebalap yang ada saat ini sudah meÂnawarkan dirinya sendiri," ujar Lauda.
Pebalap MotoGP Valentino Rossi juga kaget dengan kepuÂtusan Nico Rosberg pensiun. Namun Rossi menghormati kepuÂtusan driver Jerman tersebut.
Level stres yang sangat tinggi menjadi alasan utama pebalap berÂdarah Finlandia itu untuk menuÂtup kariernya. Tidak sedikit yang memahami keputusan Rosberg. Namun juga ada yang mengangÂgap Rosberg tidak punya nyali untuk bersaing di masa depan.
"Keputusan itu mengejutkan, sebagian karena aku sering berÂbicara dengan Nico, terutama ketika dia memenangi balapan," ujar Rossi kepada
GP One. "Kupikir itu adalah sebuah keputusan yang harus dihormati karena itu jelas adalah sebuah pilihan pribadi," tambah
the Doctor. ***