Berita

Bersama sejumlah taipan/Net

Politik

Zeng Wei Jian: Parade Aneh

SENIN, 05 DESEMBER 2016 | 04:28 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ACARA Parade Kita Indonesia (412) disinyalir sebagai interpenetrasi of opposite dari Aksi Super Damai Bela Islam III (ABI 3).

Ex artis panas-cum-jubir Partai Golkar, Nurul Arifin menolak tudingan adanya korelasi antara Aksi 412 dan Ahok. Sekalipun kata Denny JA, penyelenggaran parade 412 ini adalah parpol pendukung Ahok. Minus PDI-P.

Parade 412 dimeriahkan bendera partai politik: Golkar dan Nasdem. Dihadiri taipan macam Frangky Wijaya (Sinarmas) dan Murdaya Poo (Berca). Sederet politisi seperti Setnov dan Yoris juga tampak. Selain pemilik ex Buddha Bar-cum-politisi PPP Djan Faridz. Mantan terpidana korupsi Siti Hartati Murdaya kedapatan berpose "salam dua jari" di tengah-tengah acara parade.


Tidak beda dengan Parade Bhineka Tunggal Ika, acara 412 jadi bahan tertawaan satu republik. Foto peserta parade berkaos partai kencing sembarangan, aksi injak taman, meme-meme "100 juta peserta parade" meramaikan medsos. Ada foto wayang-avengers pula.

Saking kocaknya, seorang netizen menulis, "Setelah Jakarta diruqyah zikir dan doa tanggal 2 Desember, hasilnya terlihat hari ini (4/12). Keluar semua setanya..!!"

Bila motif Parade 412 adalah show of force "bela Ahok" maka mereka 'gatot' aka gagal total. Aksi mereka terlalu kocak untuk dianggap sebagai "real power". Justru aksi semacam ini bisa merugikan harmoni dan memperkeruh suasana. Parade ini terkesan provokatif. Manakala selalu ada 'aksi tandingan' (yang gagal) pasca umat Islam menggelar aksi besar menuntut keadilan.

Proses revolusi sosial mirip reaksi kimia. Energi panas mempercepat reaksi berantai. Aksi semacam parade #kitaindonesia bisa jadi katalis memanaskan suhu, bila umat Islam terpancing meladeni dagelan 412 ini.

Semua "general strike" memiliki elemen benih revolusi. Undevelop seed. Embryonic form of revolution. Geliat mujahid Indonesia meminta penegakan hukum merupakan the struggle of living force, not a simple mathematical equation.

Hukum kuantitas menstransformasi kualitas hendaknya dipahami oleh oknum yang hendak mempermainkan kasus penistaan Surat Al Maidah 51. Dari tiga jilid serial aksi, nyata kekuatan Islam tidak dapat dikalahkan.

Di alam, selalu ada dua kekuatan saling negasi. Yin-Yang. Plus-minus. Ahli matematika Ian Steward bilang, "as harmony and discord combine in musical beauty, so order and chaos combine in mathematical beauty".

Di inti atom (nucleus) ada dua daya berlawanan: attraction and repulsion.

Dalam bingkai Kebhinekaan Indonesia, ternyata ada dua faktor sejenis. Salah satunya direpresentasikan oleh aksi teduh, religius, memayungi minoritas, masif namun santun. Saking disiplinnya Aksi 212, Kapolri Tito menyatakan tidak ada sebatang tanaman pun yang rusak. Umat Islam membuktikan diri bahwa mereka "bhineka dalam aksi". Sekalipun jarang sesumbar dan mengumbar slogan dan jargon-jargon kebhinekaan.

Saya sulit mendeskripsikan dan memetakan aksi macam apa Parade 412. Semoga bukan aksi kontra kebhinekaan yang didasari sentimen Islamophobic. Satu-satunya yang saya tahu, ada angin puting beliung merobohkan tenda putih sesaat sebelum aksi berakhir. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya