Berita

Foto/Net

Nusantara

50 Ribu Relawan Pecahkan Rekor Di Hari Disabilitas Internasional

MINGGU, 04 DESEMBER 2016 | 17:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Makassar berhasil memecahkan rekor sebagai kota pertama yang mengerahkan 50.000 relawan mengetik ulang 50.000 buku yang akan dikonversi secara digital ke dalam huruf braile untuk para tunanetra (disabilitas).

Acara pemecahan rekor ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional di Tribun Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12). Aksi ini terwujud atas kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Yayasan Mitra Netra, dan IBM Indonesia.

Sebanyak 50.000 itu merupakan para pelajar SD, SMP, SMA dan SMK se-Kota Makassar yang mempersembahkan dedikasinya bagi penyandang disabilitas. Beragam topik bacaan dari tema sastra, budaya, buku populer, buku pengetahuan, hingga cerita rakyat menjadi sasaran para relawan.


Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto memuji pelajar Makassar yang telah mendedikasikan dirinya bagi kaum disabilitas. Ia bahkan menggelari pahlawan bagi 50.000 relawan.

"Anak-anakku adalah pahlawan yang telah mencatatkan sejarah bagi Makassar. Dedikasi anak-anakku menjadi amal jariyah," kata Wali Kota Danny dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (4/12).

Apresiasi Danny tidak sebatas pada menggelari relawan sebagai pahlawan, tapi juga memahat nama-nama 50.000 relawan itu di sebuah batu sebagai bentuk penghormatan Kota Makassar bagi pelajarnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Netra Anita Chairul Tanjung memuji pelajar Makassar yang menjadi relawan. Menurutnya, aksi 50.000 relawan merupakan bentuk nyata keterlibatan pelajar Makassar dalam mencerdaskan kaum disabilitas di tanah air.

"50.000 relawan telah membantu saudara-saudara kita, kaum disabilitas menemukan potensi dirinya melampui keterbatasan fisik yang ada," ujar Anita Chairul Tanjung. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya