Berita

Foto/Net

Politik

Proyek Listrik Jokowi Harus Didukung Semua Pihak

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 22:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah pemerintah membangun proyek listrik 35 ribu megawatt harus mendapat dukungan semua pihak.

Begitu imbau peneliti utama Masyarakat Peduli Listrik (MPL) B. Edward Panggabean menanggapi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah melakukan groundbreaking atau pemancangan tiang pertama proyek PLTU Lontar di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat 10 Juni 2016 lalu.

Menurutnya, percepatan proyek tol listrik bagian program 35 ribu megawatt oleh pemerintah pusat itu berguna untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai daerah yang kerap padam, terutama di Sumatera.


"Karenanya kegiatan itu perlu dukungan semua pihak, khususnya pemilik lahan dan pemerintah daerah. Seperti bupati, camat, lurah/kepala desa, masyarakat adat, warga pemilik lahan, dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Edward dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/12).

Ironisnya, sambung pria yang akrab disapa Edo ini, masih ada pemerintah daerah yang kurang berperan untuk mengakomodir pembangunan itu.

Namun tak semua pejabat daerah. Masih ada pejabat daerah yang berperan. Seperti beberapa daerah yang diakuinya sempat ditemui tim MPL yakni Kepala Desa Khaminter Manik, di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

"Tim kita pernah berbincang dengan Kades Sukaramai, bahwa salah satu camatnya bernama Sabar Berutu di Kecamatan Sitelu Tali Urang Jahe, Pakpak Bharat mau memberikan sawitnya 1 hektar kepada warganya sebagai penukar tanah karena warganya menolak tanahnya dibeli PLN ukuran 13x13 m. Itu terjadi di (Tower) TW 57 Sidikalang-Subussalam," ungkap dia.

Edo menegaskan bahwa keberhasilan proses pangadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum membutuhkan keterlibatan tiga pihak. Pertama, pemerintah sebagai regulator, kemudian pemilik tanah sebagai penyedia tanah, dan pihak swasta sebagai pelaksana pembangunannya.

"Dari cerita Kades itu, saya terkesima peran Bupati Pakpak Bharat, Pak Remigo (Yolanda Berutu) yang berperan untuk mensosialisasikan UU tersebut. Meski saya juga mendengar ada peran bupati lainnya seperti Bupati Meulaboh, Gubernur Kepulauan Riau, atau pun Gubernur Sumut sendiri," ujar dia.

"Kalau tidak, cita-cita Presiden dalam mewujudkan pembangunan listrik 35.000 Megawatt akan sia-sia," pungkasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya