Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi Diingatkan, Jual Aset BUMN Lewat Sekuritas Bukan Perkara Mudah

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 01:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Percepatan pembangunan proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo bernilai  hampir Rp 5.000 trilyun terganjal oleh keterbatasan modal atau liquidity shortage pada lembaga keuangan, baik di pasar domestik maupun international.

Menurut Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, salah satu  cara untuk mengatasi likuiditas yang terbatas untuk mendanai pembangunan proyek infrastruktur ini dengan mencari sumber pendanaan baru. Yaitu dengan mengunakan sekuritisasi aset BUMN yang berupa pendapatan  penerimaan dari Aset BUMN pada masa mendatang yang akan didapat akan diterima di depan oleh BUMN yang menjual asetnya dalam bentuk sekuritas.

"Sehingga hasil pendapatan penjualan future income tersebut bisa digunakan untuk pendanaan pembangunan proyek infrastruktur berupa pelabuhan, airport, jalan tol, pembangkit listrik, telekomunikasi dan lain-lain," kata Arief beberapa saat lalu (Kamis, 1/12).


Dan untuk gampangnya, sambung Arief, agar jual aset BUMN lewat sekuritas tidak disamakan dengan jual kepemilikan aset BUMN, persamaannya adalah sistem jual pendapatan BUMN dengan cara ijon, yang jika panen bagus  bisa mengembalikan dana sekuritas beserta bunganya. Jika gagal bayar akan diconvert sebagai utang BUMN yang disekuritisasi atau kepemilikan saham oleh swasta atau asing yang membeli sekuritas BUMN tersebut

"Nah perlu dicatat  jual aset BUMN melalui sekuritas yang dilontarkan Joko Widodo bukanlah pula cara yang mudah untuk merealisasikannya karena diperlukan sebuah komitmen untuk tidak menjadikan BUMN sebagai bancaan dan tempat penempatan relawan Joko Widodo yang tidak memiliki kapabilitas dan kompentensi dalam melakukan pengolahan BUMN yang akan disekuritisasi asetnya," ungkap Arief.

Arief mengingatkan, calon investor swasta ataupun asing akan menilai juga  komposisi top management di level Direksi dan Komisaris BUMN yang mengelola BUMN yang  akan dijual asetnya dalam bentuk sekuritas. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya