Berita

Politik

Doa Bersama

RABU, 30 NOVEMBER 2016 | 17:03 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA bersyukur-alhamdullilah ketika di masa masih di mancanegara sempat menyimak berita bahwa kegiatan massal yang akan dilakukan di Monas 2 Desember 2016 bukan dalam bentuk unjuk-rasa atau aksi-damai atau apa pun sebutannya melainkan Doa Bersama.

Saya bersyukur bahwa yang dilakukan bukan unjuk-rasa atau aksi-damai atau apa pun namanya, sebab meski konstitusional namun unjuk-rasa dengan melibatkan massa dalam jumlah besar memang mengandung resiko cukup besar yaitu resiko disusupi pihak tertentu yang sengaja melakukan kekerasan yang jelas secara konstitusional mau pun moral sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Risiko susupan kekerasan secara empiris sudah terbukti terjadi di masa pasca aksi-damai 4 November 2016 yang sebenarnya telah berhasil terlaksanakan secara tertib, aman dan damai. Maka wajar apabila risiko susupan kekerasan dikuatirkan bisa saja kembali terjadi apabila unjuk-rasa kembali diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2016 dengan melibatkan massa dalam jumlah besar.


Risiko tersebut memang sangat sulit dihindari apalagi dikendalikan meski pihak kepolisian dan TNI optimal berusaha mengamankan unjuk rasa. Lain halnya dengan upacara Doa Bersama apalagi yang diselenggarakan bukan di ruang terbuka bagi umum seperti jalan raya tetapi di Monas yang pasti relatif lebih mudah diawasi, dikendalikan, dikawal dan dijaga keamanannya oleh kepolisian dan TNI mau pun para pelaku Doa Bersama yang pasti tidak menginginkan kekerasan.

Doa Bersama juga terkesan jauh lebih indah, lembut menyentuh lubuk sanubari ketimbang unjuk-rasa di ruang terbuka bagi umum yang di samping memiliki resiko disusupi kekerasan juga potensial mengganggu ketertiban umum terutama dalam hal lalu-lintas demi kepentingan umum termasuk lalu-lintas mobil ambulans membawa pasien atau ibu yang akan melahirkan dalam kondisi gawat darurat yang membutuhkan perawatan secepatnya.

Doa Bersama pada hakikatnya mencerminkan peradaban adiluhur bangsa Indonesia sesuai Pancasila dengan pengutamaan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Semangat Bhinekka Tunggal Ika juga tersirat pada pernyataaan para pemrakarsa upacara  bahwa Doa Bersama tidak terbatas bagi umat agama tertentu saja namun juga terbuka bagi umat agama lain-lainnya.

Hanya di Indonesia, peristiwa bukti kerukunan umat beragama dapat terwujud bukan terbatas pada slogan atau angan-angan belaka namun juga nyata pada kenyataan. Maka kembali saya merasa bangga dan bahagia menjadi warga negara dan bangsa Indonesia!

Mohon dimaafkan bahwa akibat pada tanggal 2 Desember 2016 kebetulan masih dalam tugas kebudayaan di mancanegara, maka saya pribadi secara ragawi tidak dapat ikut berperan-serta dalam acara Doa Bersama nan akbar itu.

Maka dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri ikut memanjatkan doa permohonan kepada Yang Maha Kasih untuk berkenan melimpahkan Anugerah Kurnia dan Berkah Keselamatan, Keteguhan Iman serta Kekuatan Lahir-Batin bagi segenap warga Indonesia yang akan melakukan Doa Bersama di Monas pada tanggal 2 Desember 2016 . AMIN .

Penulis adalah pembelajar makna Pancasila


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya