Berita

Dahnil (berpeci)

Politik

Surat Terbuka Ketum Pemuda Muhammadiyah Untuk Tuan-Puan Penguasa Negeri

RABU, 23 NOVEMBER 2016 | 02:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kapolri Jenderal Tito Karnavian terus menghembuskan isu tak sedap terkait unjuk rasa yang digelar umat Islam menuntut penuntasan kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki T. Purnama.

Mulai dari tudingan akan dimanfaatkan kelompok teroris, hingga ditunggangi kelompok yang akan menggulingkan pemerintah atau makar.

Sebagai salah satu kelompok pelapor Ahok dan ikut dalam unjuk rasa, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tampaknya gerah dengan berbagai tudingan tersebut.


Kegerahan tersebut dia tumpahkan lewat surat terbuka yang ditulis di akun Facebook-nya beberapa saat tadi.

Berikut surat terbuka tokoh pemuda yang akrab disapa Anin ini.

Yth.
Tuan dan Puan
Penguasa Negeri.

Ditengah malam ini, izinkan aku menyampaikan pesan kepada Tuan dan Puan penguasa negeri. Maafkan aku bila pesan ini menyayat hati.

Tuan dan Puan penguasa negeri, sejenak tengok sejarah negeri. Sejarah para santri. Sejarah para pemberani, yang membela kehormatan negeri dengan ruhul jihad terbenam di nurani. rela berjuang demi memerdekakan negeri. Sejarah para pemberani dengan takbir tersimpan di relung hati.

Tuan dan Puan penguasa negeri. Sejenak buka lagi sejarah negeri. Ingatkah kau ketika ancaman datang dengan Congkak bersama Brigjen Mallaby? (Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby adalah panglima perang sekutu yang tewas dalam peperangan di Surabaya, red)

Deretan dan berlipat pesan ancaman dialamatkan kepada mereka yang mencari kebebasan negeri. Apakah Tuan Puan kira mereka takut dan mundur?.

Tidak sejengkal pun Tuan dan Puan penguasa negeri. Teriak takbir memperkuat dinding-dinding hati mereka wahai Tuan dan Puan Penguasa negeri.

Tuan Puan penguasa negeri. Aqidah, Al Quran dan sejarah Nabi menjadi panduan menelusuri hidup ini. Mungkin Tuan Puan penguasa dan para cerdik pandai sulit memahami. Mengapa ada umat Islam yang teramat sangat mudah hatinya tercederai?.

Sehingga Tuan Puan menyebut kami radikalis, teroris, antitoleransi. Padahal tuan dan Puan penguasa negeri, apakah kau lupa umat Islam dan pun umat lainnya, bersama memperjuangkan negeri dan menjaga NKRI.

Tuan puan penguasa negeri, ingatkah ketika Bung Karno memohon meyakinkan yang lain terkait dengan Piagam Jakarta. Terimakasih wahai Bung Besar. Meski, Hatta datang dengan kabar dari timur, yang akhirnya Ki Bagus Hadikusumo, dan tokoh lain penjaga negeri memutuskan kita harus tetap NKRI.

Apakah Hati mereka terluka wahai Tuan dan Puan penguasa negeri?

Tidak. Mereka kini tetap merawat Pancasila dan NKRI. Mereka kini justru jadi motor penggerak toleransi nan otentik dan sejati.

Bukan pedagang dan propoganda politik toleransi dengan menjual negeri kepada korporasi yang rakus tak bertepi.

Wahai Tuan Puan penguasa negeri. Kini ancaman dan tuduhan makar datang kepada kami yang sedang mencari keadilan, atas dia yang menistakan Al Quran.

Tuan Puan silahkan berkuasa sampai batas waktu seharusnya. Tak perlu Tuan Puan khawatir. Bila ada yang mengganggu merusak negeri. Tuan Puan kami tak akan berdiam diri.

Tapi, Tuan Puan berhentilah menyayat hati. Dengan tuduhan antitoleransi dan makar merusak negeri.

Tuan Puan penguasa negeri, dialog dan bicaralah dari hati ke hati. Rangkul erat dengan penuh ikhlas dihati.

Jangan dengan tuduhan dan ancaman wahai Tuan Puan penguasa negeri. Sejarah telah menunjuk bukti. Hati yang terluka sulit berhenti, sampai keadilan datang menghampiri.

Tuan Puan penguasa negeri. Tuan Puan cerdik pandai. Maafkan kami atas sensisifitas hati ini. Karena hati ini pula yang merawat nurani untuk bersujud merendahkan diri kepada Tuhan kami dan berlaku baik didunia ini merawat toleransi dan NKRI.

Terimakasih wahai, Tuan Puan Penguasa negeri. Perkenan maaf bila tak berkenan.

Kota Tangerang
Tengah Malam
November 2016

Anin

Sebagaimana diketahui, sebelum aksi 4 November lalu, Kapolri menyampaikan akan ada simpatisan ISIS dari pendukung lokal kelompok Islam garis keras ikut dalam Aksi Bela Islam II. Sekarang, dia mengatakan ada upaya makar di balik Aksi Bela Islam III yang kembali akan digelar umat Islam. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya