Berita

Politik

Naudzubillah Perang Saudara...

SELASA, 22 NOVEMBER 2016 | 16:07 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

AHOK mengkhayal kalau sampai masuk bui akan seperti Nelson Mandela, yaitu jadi presiden.

Omongannya ini sebenarnya merendahkan seakan NKRI negara apartheid yang sedang menjalankan diskriminasi rasial, seperti dulu di Afrika Selatan. Padahal kita sedang hidup dalam negara Panca Sila dan Bhineka Tunggal Ika serta menjaga toleransi beragama.

Mungkin orang tidak akan protes kalau misalnya Ahok menyamakan diri dengan Idi Amin, Presiden Uganda yang fasis dan diktator, yang oleh pers Barat dikisahkan punya resep awet muda dengan makan daging orok baru lahir.


Tidak kalah mengerikan adalah pernyataan salah satu bos tim sukses Ahok, Prasetio Edi Marsudi, di halaman 1 Rakyat Merdeka, Senin 21/11, kemarin.

Marsudi menyatakan siap perang dengan warga yang menolak kedatangan Ahok. Marsudi yang pimpinan DPRD Jakarta dan petinggi PDIP Jakarta ini memakai kata ‘’perang’’, sehingga menimbulkan konotasi mengancam, dan bukan tidak mungkin jadi pemicu perang saudara dalam arti sebenarnya.

Apakah Marsudi akan membenturkan secara fisik para kader PDIP dengan warga, padahal sesuai peraturan setiap cagub termasuk Ahok sudah dapat pengamanan (penjagaan) dari polisi...

Partai-partai pendukung Ahok bersikap reaksioner kalau Ahok terganggu. Problemnya mereka tidak memakai ‘’otak’’ dan ‘’akal’’yang sehat, mereka bukan pembela kemanusiaan, keadilan, kesejahteraan, tetapi pembela kekuasaan. Bukan perekat yang membawa misi solidarity maker. Bukan menjernihkan melainkan mengeruhkan, bukan mencerahkan melainkan menyesatkan.

Maka suasana politik Jakarta dan juga nasional kini makin runyam. Presiden Jokowi masih terus melakukan road show politik ke berbagai elemen masyarakat. Sementara itu pencapaian kinerja kabinet nyaris tidak kelihatan.
Ada yang membaca road show tersebut sebagai upaya Jokowi untuk mendapatkan dukungan supaya bisa langgeng sampai 2019 dan periode berikutnya, karena itu dia perlu berdekatan dan merangkul umat, TNI dan Polri.

Tapi banyak pula kalangan menyebut merupakan manuver Jokowi untuk mendapatkan dukungan secara bulat dari berbagai elemen masyarakat karena Jokowi mencium adanya gelagat para Brutus di dekatnya yang menunggangi situasi yang muncul akibat lidah panas Ahok.
Para Brutus ini disinyalir akan melakukan cara-cara inkonstitusional, dengan risiko atau
taruhan yang bisa sangat membahayakan persatuan dan kesatuan NKRI.

Naudzubillahimindzalik kalau sampai perang saudara.[***]


Wartawan senior Rakyat Merdeka

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya