Berita

Bandara Majalengka/Net

Politik

BANDARA MAJALENGKA

PMII: Pemerintah Jangan Semena-mena Gusur Warga Majalengka

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 19:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mahasiswa (PB PMII) mengutuk tindakan anarkis, represif, intimidatif, dan kriminalisasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun aparat keamanan kepada warga di Desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka dalam membangun Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

"PB PMII mendesak Pemprov Jawa Barat tidak menggunakan jalan pintas untuk penggusuran dengan menurunkan aparat keamanan dan bersenjata. Segera hentikan upaya pengukuran tanah dan penggusuran dengan cara-cara yang tidak manusiawi," ujar Wasekjend PB PMII Bidang Advokasi Kebijakan Publik Athik Hidayatul Ummah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/11).

PB PMII, lanjut Athik, mendorong pemerintah untuk mengkaji kembali upaya ganti rugi dan relokasi untuk warga. Menurutnya, program pemerintah harus pro-rakyat dan pro-poor, bukan menguntungkan para pemilik modal dan elit penguasa.


"Pemerintah hendaknya perlu memikirkan dampak-dampak yang akan ditanggung oleh warga, jangan biarkan rakyat semakin menderita dan sengsara," sambungnya.

Lebih lanjut, PB PMII menuntut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk segera membebaskan warga yang telah ditangkap dan ditahan dengan dugaan penganiayaan dan melawan aparat. Pasalnya, dalam kasus ini warga hanya berusaha membela hak yang patut dibela dan dipertahankan.

"Kami meminta Kapolri untuk mengevaluasi Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Majalengka," lanjut Athik.

Sementara kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, PB PMII mendesak untuk tidak melakukan tindakan "semena-mena" kepada warga dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur. Menurutnya, warga akan bisa menerima dengan lapang jika proses musyawarah, komunikasi, dan sosialisasi dilakukan dengan prosedur yang benar.

"Jadi, Pembebasan lahan untuk pembangunan harus mengedepankan dialog," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya