Berita

Foto: RMOL

Politik

Aksi Bela Islam III Digelar 2 Desember, Ini Agendanya

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 13:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seluruh komponen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menegaskan akan kembali menggelar Aksi Bela Islam jilid III. Gerakan ini dilakukan bukan pada tanggal 25 November, melainkan berganti pada tanggal 2 Desember.

Aksi digelar lantaran lantaran Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri tidak ditahan dan masih bebas berkeliaran.

"GNPF-MUI memutuskan dengan aklamasi seluruh elemen akan menggelar Aksi Bela Islam III," ujar salah satu inisiator GNPF-MUI Habib Rizieq dalam konferensi pers di kantor Ar Rahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).


Dijabarkan Rizieq bahwa aksi kali ini bukan demonstrasi seperti jilid sebelumnya, melainkan acara Salat Jumat sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin. Sementara posisi khatib Salat Jumat akan berada di Bundaran Hotel Indonesia.

"Gerakan Aksi Bela Islam III bertepatan Maulid Akbar dan Jumat Qubra. Bentuk aksinya, aksi ibadah gelar sajadah jadi aksi super damai. Jadi bagi yang mau ikut harus memiliki komitmen, satu harus damai, dua harus koridor konstitusi," sambung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Dalam aksi bertajuk "Tegakkan Hukum Terhadap Penista Agama dan Pelindungnya" ini juga beragendakan istighotsah, doa untuk negeri, salawat hingga dzikir bersama. Untuk itu, Habib Rizieq mengundang segenap elemen bangsa lintas madzab, aliran, budaya, dan agama untuk bersatu padu mendukung pelaksanaan aksi ini.

"Ini aksi untuk bersatu bagi keselamatan NKRI," pungkasnya sembari mengatakan sudah ada 65 ormas yang siap turun dalam aksi ini. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya