Berita

ILustrasi/Net

Politik

Kemenko Maritim Hadirkan Pemuda Di Pelosok Tanah Air

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 08:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Guna mendukung Visi Misi Presiden Joko Widodo yaitu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2016. Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya telah diselenggarakan juga pada tahun 2015.

ENJ 2016 ini memberangkatkan KRI Banjarmasin dan 36 kapal perintis yang mengunjungi pulau-pulau di 24 provinsi, salah satunya adalah Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Alfiandri, salah salah satu peserta ENJ tahun 2015 lalu, yang kini terpilih menjadi Mentor untuk tim Sumatera Barat ENJ 2016 mengaku kegiatan ENJ seperti ini sangatlah penting. Salah satunya untuk menanamkan jiwa maritim kepada generasi muda, karena dengan kegiatan ini generasi muda diberikan kesempatan untuk mengetahui wilayah Indonesia yang belum diketahuinya dan juga dapat menambah wawasan-wawasan baru tentang kemaritiman.


"Motivasi para peserta mengikuti kegiatan ENJ ini juga karena pertama mereka belum pernah ke Pulau Siberut ini. Yang kedua, karena mereka ingin turut hadir merasakan bagaimana kehidupan saudara sebangsa kita yang hidup di pulau terdepan, terluar, dan terpencil Indonesia", ungkap Andri berdasarkan siaran pers dari Humas Kemenko Maritim, Selasa, (1/10).

Kehidupan masyarakat di Pulau Siberut, yang terletak di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ini, menurut Andri jauh dari kesan modern. Tidak hanya itu, bahkan rasa cinta kebangsaan, rkhususnya pada anak-anak sangatlah minim.

"Anak-anak di sini hampir seluruhnya tidak bisa berbahasa Indonesia, padahal negara kita adalah Negara Indonesia. Tapi mereka hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Mentawai", Andri menjelaskan.

Untuk itu, melalui kegiatan ENJ 2016 ini, Andri menambahkan, para generasi muda hadir untuk Indonesia, mencoba membagi dan menularkan rasa cinta akan Indonesia. Tidak hanya itu bagi para peserta, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan mempererat rasa persaudaraan di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita ini sama-sama Indonesia,  kesatuan kita bersama harus makin baik, sikap saling menolong harus ditumbuhkan, serta makin sadar akan nikmatnya kebersamaan dan kesederhanaan", katanya.

Dari keterangan sang Mentor, peserta yang mengikuti ENJ 2016 ke Pulau Siberut ini berjumlah 40 orang pemuda-pemudi yang terdiri dari 20 orang mahasiswa asal Universitas Andalas, Padang, dan 20 orang dari kalangan umum dari asal daerah yang berbeda.

Tim Sumatera Barat ENJ 2016 yang berlayar ke Pulau Siberut ini, tambah Andri, berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur pada 20 Oktober 2016 dengan Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 37 dan akan kembali pada Kamis, 3 November 2016 mendatang dengan Kapal ASDP ‘Ambu-Ambu’ dan Mentawai Fast.

"Ini agak meleset dari rencana semula yang dijadwalkan kami akan kembali pada 30 Oktober 2016, karena setelah melihat kondisi lapangan di sini ternyata waktu 10 hari ternyata tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh kegiatan kami", kata Andri.

Selama kegiatan ENJ, tim ini berposko di 2 tempat yaitu di Masjid dan TK di Dusun Kirip Desa Taileleu Kec. Siberut Barat Daya, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, dan di Penginapan Kepala Sekolah SDN 18 Peipei di daerah Peipei Kec. Siberut Barat daya, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman TB. Haeru Rahayu berharap Ekspedisi ini dapat berjalan sejalan dengan tujuannya yang antara lain meningkatkan wawasan kemaritiman untuk generasi muda, meningkatkatkan konektivitas hadirnya negara di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan, melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana, serta percepatan pembangunan di wilayah pulau-pulau dan perbatasan. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya