Berita

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Egosektoral Nggak Jaman Lagi

SENIN, 31 OKTOBER 2016 | 11:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat menyerukan semua pihak untuk meninggalkan egosektoral dan  bersinergi membangun pemuda mandiri, motekar, dan peduli lingkungan.

"Pemuda Muhammadiyah Jabar harus motekar, selalu kreatif, gigih dan banyak akal. Ini yang akan jadi fokus gerakan kami empat tahun kedepan," ujar Ketua PWPM Jawa Barat, Iu Rusliana saat Launching Jabar Ber-Aksi di Aula Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sukabumi, Jawa Barat (Sabtu, 29/10).

Iu Rusliana mengatakan, dalam membangun Jabar yang lebih baik, kolaborasi dan partisifasi aktif semua pihak sangat dibutuhkan. "Ayolah duduk bersama, jangan hanya ingin tampil sendiri-sendiri. Sudah ngga jaman lagi kita ego masing-masing. Agenda pembangunan kepemudaan di Jawa Barat ini sangat banyak, dan ingat ada 15 juta pemuda lebih yang harus jelas mau diapakannya," tegasnya.


Agenda Jabar Beraksi ini, terang Iu Rusliana, tidak hanya dilaksanakan di Sukabumi saja, namun akan berlanjut di berbagai wilayah di Jawa Barat. "Akan ada agenda di Tasikmalaya dan Cirebon," kata Iu.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat sangat mendukung agenda yang diusung oleh angkatan muda Muhammadiyah Jawa Barat tersebut. "Muhammadiyah reugreug, dalam hal ini pemuda melakukan upaya yang mandiri, motekar. Kemandiriannya sudah cukup teruji," tutur M Rizal Fadillah dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut.

Kegiatan Jabar Ber-Aksi ini, ujar Rizal, merupakan aksi nyata pemuda untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari ladang pahala. Oleh karena itu, Rizal mendoakan agar agenda ini dapat berjalan dengan sukses demi kemajuan Jawa Barat.

Dukungan terhadap kegiatan Jabar Beraksi disampaikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisno yang juga hadir dan menyampaikan orasi. Menurutnya, pemuda sebagai tulang punggung negara dan harus senantiasa aktif dan inovatif dalam membangun bangsa.

"Pemuda ujung tombak negara di seluruh dunia. Indonesia bangkit karena pemuda. Saya sangat mendukung Jabar Beraksi," kata Agung.

Agung mengingatkan, tantangan pemuda zaman sekarang bukan lagi pertarungan fisik melainkan pertarungan kecerdasan. Apalagi era globalisasi menuntut pemuda harus bertarung dalam persaingan yang sengit. "Dengan Jabar Motekar, kami akan dorong lahirnya lebih banyak lagi saudagar di Muhammadiyah," kata Agung sambil mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk melakukan jihad ekonomi.

Di tempat sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, menegaskan bahwa jika bangsa Indonesia ingin eksis, terdapat dua hal yang harus diperhatikan, yaitu pengetahuan dan kemandirian.

Dari segi pengetahuan, papar Iwa, masyarakat khususnya pemuda harus melek teknologi. Selain itu, penguasaan bahasa terlebih lagi bahasa yang mendunia seperti bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Mandarin.

Kemudian, dari sisi kemandirian, Iwa menyoroti bidang wirausaha. Iwa mengatakan, penduduk di Jawa Barat menduduki posisi terbesar dengan total 40,6 juta jiwa pada tahun 2015.  Bahkan perindustrian manufaktur 60 persen berkontribusi pada Produk Domestik Bruto Jawa Barat. Ditunjang dengan berbagai potensi dan hasil alam di Jawa Barat dapat menjadi sumber perputaran ekonomi yang cukup pesat.

Iwa pun menyampaikan, sarana pembangunan akan terus ditingkatkan di Jawa Barat. Dan pembangunan Tol BOCImI (Bogor, Ciawi, Sukabumi) sedang dalam proses. Sehingga, dengan adanya kondisi seperti ini, Iwa berharap, pemuda Jawa Barat terutama Pemuda Muhammadiyah dapat turut serta mengambil peran penting dalam pembangunan perekonomian dan kemajuan Jawa Barat.  

"Jangan sampe kita cuma jadi penonton," ujar Iwa memberi semangat pada PWPM Jabar. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya