Berita

Politik

Menteri Puan Berharap Masyarakat Makin Terbiasa Dengan Transaksi Non-Tunai

JUMAT, 28 OKTOBER 2016 | 14:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keberadaan elektronik warung  gotong royong (e-warong) diharapkan akan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik karena keberadaan e-warong membuat masyarakat memiliki akses langsung terhadap perbankan.
 
"Dengan demikian semua bantuan sosial diterima dengan non tunai. Ini memudahkan pemerintah untuk memonitor apakah bantuan yang diberikan sudah tepat sasaran atau tidak," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat meresmikan 15 Elektronik Warung Gotong-royong Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan di Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah (Jumat, 28/10).

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani juga menyalurkan sejumlah program bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rumah Tidak Layak Huni (Ritilahu), Baras Rakyat Sejahatera (Rastra), Gerakan Hidup Sehat (Germas), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan bantuan dari Sekretariat gerakan Nasional Revolusi Mental.
 

 
Sejumlah penerima bantuan sempat ditanya oleh Menko PMK soal pemanfaatan dan kepastian nominal berasan bantuan yang selama ini telah diterima.
 Tentraem, penerima PKH di Keluarahan Padangsari mengatakan anaknya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) menerima bantuan Rp 450.000 selama setahun dan diterima dalam empat kali.

Saya dapatnya Rp 120.000. Saya sangat senang karena membantu anak saya untuk beli buku dan baju seragam,” katanya, sambil mengaku dana bantuan tersebut cukup untuk kebutuhan sekolah anaknya dan ia memastikan dana tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan yang lain.
 
Puan juga berdialog dengan Yuliana, yang kedua anaknya menerima KIP. Suami Yuliana bekerja sebagai satuan pengaman (satpam) salah satu perusahaan di Semarang. Sementara Yuliana sendiri bekerja sebagai pekerja harian. "Saya merasa sangat terbantu dengan program pemerintah ini," katanya.
 
Puan juga menyaksikan transaksi riil di e-warong, KUBE, PKH dengan nama agen: Yuliatna, bernomor agen BNI01365479. Di e-warong tersebut Ibu Sumiatri membeli beras lima kilogram dengan kartu e-warung di mana 1 kg beras seharga Rp 9.500. Dengan transaksi di e-warong, pemilik kartu bisa mengecek saldo keuangan sebelum dan sesudah transaksi.
 
Puan Maharani berharap masyarakat makin terbiasa dengan menggunakan transaksi non tunai. Dengan demikian program keuangan inklusif bisa makin menjangkau banyak orang. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya