Unai Emery kecewa gagal meneruskan kemenangan 11 beruntun di laga Derbi Prancis atau Le Classique.
Tim asuhannya, Paris Saint-Germain (PSG) harus puas ditahan imbang Olympique Marseille dengan skor kaca mata.
Bermain di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Parc des Princes, dinihari, kemarin, ternyata tak cukup membuat Angel di Maria cs mencetak sebiji gol pun hingga akhir laga.
Hasil imbang ini membuat Paris Saint-Germain tertahan di peringkat tiga klasemen semenÂtara Ligue 1 Prancis dengan 20 poin. Sementara, Marseille naik satu tingkat ke posisi 11 dengan perolehan 13 poin.
"Kami punya pemain terbaik. Tapi kami tak bisa menciptakan gol di laga penting derby ini," kata pelatih PSG, Unai Emery.
Sebelum laga ini, Les Parisiens-julukan PSG memiliki catatan gemilang dengan tidak pernah kalah dalam 10 laga terakhir melawan Marseille. "Sering kali saya katakan, menang adalah kebutuhan. Pendukung butuh keÂmenangan pada laga besar seperti Le Classique. Tapi, kami gagal. Kami harus segera melakukan perbaikan," ujar Emery.
Pada pertandingan kemarin diiringi hujan dengan suhu sembilan derajat celcius. Kubu PSG mendapat suntikan tenaga dari puluhan ribu suporter yang hadir di Parc des Princes sejak Minggu petang waktu setempat.
Pasukan Emery pun memulai laga dengan baik dengan formasi 4-2-3-1 di mana Edinson Cavani dan Angel Di Maria dan Lucas Moura menjadi tumpuan seranÂgan PSG.
PSG sangat dominan pada 15 menit awal pertandingan. Menurut data statistik di lokasi, PSG unggul 69,8 persen berbanding 30,2 persen penguasaan bola dari Marseille. PSG bahkan meÂlepaskan 17 sepakan, sementara Marseille yang bermain bertahan total tidak satu pun melepaskan sepakan ke gawang.
Cavani dkk kerap membangun serangan dari sisi kiri dan kanan melalui dua full-back Maxwell dan Aurier namun tidak berbuah peluang matang.
Salah satu peluang PSG tercipta saat tendangan bebas Angel Di Maria disambut sundulan Edinson Cavani, namun bola tidak akurat mengarah ke gawang pada menit 35.
Satu menit kemudian, para pemain bertahan Marseille tidak sigap menahan serangan yang dilancarkan Aurier dari sisi kanan. Namun saat Aurier berhasil masuk ke koyak penalti, sepakannya berhasil diamankan kiper Marseille. Skor 0-0 bertahan hingga interval babak pertama.
Pada babak kedua, PSG berÂmain lebih sabar dengan menÂgalirkan bola dari kaki ke kaki mulai dari belakang ke depan dengan Thiago Motta sebagai pengatur tempo permainan.
Sorak-sorai para pendukung di stadion membuat tuan rumah tetap mendominasi jalannya laga babak kedua.
PSG memiliki variasi seranÂgan saat pelatih Unai Emery memasukkan Blaise Matuidi dan Jese Rodriguez pada perÂtangahan babak kedua, tapi tetap gagal membuahkan gol.
Menjelang laga selesai, PSG memiliki dua peluang matang dari sepakan Cavani dan Matuidi. Namun upaya dua pemain itu tidak berbuah gol sehingga skor 0-0 bertahan hingga laga usai.
Kendati imbang, namun supoter PSG yang memadati stadion tetap bernyanyi sejak awal hingga laga berakhir teruÂtama kelompok suporter yang berada di sisi kiri dan kanan stadion. ***