Berita

Jaya Suprana

Politik

Bersaing Berbuat Baik

MINGGU, 23 OKTOBER 2016 | 23:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADA suatu sikap sosio-kultural masa kini yang menyedihkan yaitu bersaing berbuat buruk. Persaingan sengit dilakukan justru dalam melakukan perbuatan bersifat negatif bahkan destruktif seperti misalnya bersaing dalam perbuatan saling menyalahkan, menghujat, memfitnah, mencelakakan, menjerumuskan dan lain-lain perbuatan buruk. Sikap menyedihkan itu timbul akibat sengitnya persaingan politis dalam memperebutkan kekuasaan.

Namun setelah peristiwa unjuk rasa diselenggarakan akibat kasus dugaan penistaan terhadap kitab suci Al Quran,  Syukur Alhamdullilah telah tampil sikap perilaku  yang membahagiakan dan membanggakan yaitu bersaing berbuat baik. Memang satu di antara beberapa dampak samping unjuk rasa  adalah kerusakan lingkungan terutama terhadap tanaman-tanaman yang kebetulan berada di kawasan unjuk rasa.

Mubazir apabila saling menyalahkan sebab tanaman-tanaman rusak terinjak-injak bukan hanya oleh mereka yang berunjuk-rasa namun juga bisa oleh mereka yang menyaksikan peristiwa ujuk-rasa langsung di lokasi. Memang tidak ada kesengajaan namun secara faktual terbukti tanaman-tanaman di taman kawasan Balai Kota Jakarta memang rusak.


Alih-alih saling menyalahkan ternyata yang terjadi adalah persaingan untuk membenahi taman.  Yang membanggakan adalah sikap keteladanan profesionalisme para petugas pertamanan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang tanpa komentar menyalahkan pihak mana pun juga, langsung sepi ing pamrih rame ing gawe menunaikan tugas mereka membenahi taman yang rusak agar kembali menjadi indah permai seperti semula.

Sekelompok masyarakat spontan turun ke taman demi secara nyata membantu para petugas pertamanan Jakarta memugar taman yang rusak akibat peristiwa unjuk-rasa.

Para pengunjuk rasa memprakarsai gerakan memungut sumbangsih sukarela dari para pengunjuk rasa demi meringankan beban biaya pemugaran kembali taman yang rusak di tengah suasana pemangkasan anggaran biaya pemerintah.

Direncanakan setelah usai sholat Jumat seminggu setelah unjuk-rasa, masyarakat akan turun ke taman demi membantu upaya para petugas pertamanan memulihkan keindahan taman di kawasan Balaikota DKI Jakarta yang terinjak-injak pada saat unjuk rasa sedang menggelora. Kesadaran atas pelestarian lingkungan hidup masyarakat Indonesia dapat dibanggakan sebagai suatu citra peradaban adiluhur.

Namun yang tidak kalah membanggakan adalah kenyataan bahwa masyarakat Indonesia masa kini bukan sekedar bersaing demi memperebutkan kekuasaan namun bersaing dalam berbuat baik. Kenyataan bahwa masyarakat Indonesia masa kini bersaing dalam berbuat baik,  Insya Allah  jangan sampai dinodai dengan sinisme cemooh seperti pura-pura, cari muka, pencitraan, politisasi, pahlawan kesiangan, dan hujatan lain-lainnya.

Justru demi melestarikan bahkan mengembangkan sikap dan perilaku positif masyarakat, kita bersama jangan mencemooh dan merendahkan namun wajib menghormati dan menghargai sikap dan perilaku masyarakat yang bersaing dalam berbuat baik.

Alangkah indahnya kehidupan di persada Nusantara tercinta ini apabila masyarakat bukan bersaing dalam berbuat buruk namun bersaing dalam berbuat baik seperti melestarikan lingkungan, membantu meringankan derita kaum miskin, membina para pedagang kaki lima, menata bukan menggusur rakyat miskin, melestarikan karsa dan karya kebudayaan daerah, menegakkan keadilan dalam hukum, menghargai perbuatan baik dan lain-lain hal bersifat positif konstruktif dalam bersama berjuang membangun negara tanpa mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya apalagi rakyat demi bersama meraih cita-cita terluhur bangsa Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur. Merdeka! [***]

Penulis adalah pendukung perbuatan baik

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya