Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Ahok Dan Ryamizard

JUMAT, 21 OKTOBER 2016 | 13:18 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DETIK News Sabtu 22 Agustus 2015 pukul 10:21 WIB memberitakan dengan judul "HAM Versi Ahok untuk Melindungi Rakyat Banyak".

Kini saya copy-paste berita tersebut sebagai berikut: Terbukti, Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) tak gentar menghadapi pemrotes relokasi Kampung Pulo Jakarta Timur. Karena bertujuan baik, Ahok terus menguatkan tekad meski kebijakannya dihadang kerusuhan, dan relokasipun jalan. Di balik keteguhan sikapnya membenahi Jakarta, ada konsep Hak Asasi Manusia (HAM) versi Ahok sendiri. Ini dinyatakan Ahok saat rapat rapat dengan Komunitas Ciliwung Merdeka di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 24 Juli 2015 yang lalu. Rekaman videonya diunggah di Youtube oleh Pemprov DKI pada 25 Juli. "Kalau saya ditanya, 'Apa HAM anda?' Saya ingin 10 juta orang hidup, bila dua ribu orang menentang saya dan membahayakan 10 juta orang, (maka 2 ribu orang itu) saya bunuh di depan anda," kata Ahok dengan wajah serius. Ahok memilih membela lebih banyak orang meski harus mengorbankan beberapa orang yang menghalangi tujuan baik. Agaknya, meski tentu tak disebut Ahok, ini mengingatkan pada adagium, 'the greatest happiness for the greatest number'. Memang terdengar mengerikan bila berbicara soal nyawa manusia, namun Ahok tetap melanjutkan perkataannya bahwa dia bisa memperlakukan 'sedemikian rupa' para penentang kemaslahatan khalayak banyak. "Itu HAM saya. Supaya kamu tahu, saya punya pandangan. Itu saya. Saya nggak mau kompromi. Saya bunuh di depan anda dua ribu, depan TV, semua itu. Korbankan dua ribu di atas 10 juta," tutur Ahok.

Dari berita tersebut saya menyimpulkan bahwa Gubernur Ahok meyakini bahwa dalam perjuangan membangun negara, memang dibutuhkan keberanian berkorban termasuk mengorbankan ribuan nyawa manusia demi kepentingan jutaan nyawa manusia .


Detik News 12 Oktober 2015 memberitakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini kecintaan terhadap Tanah Air kurang begitu dimiliki oleh generasi muda. Selain itu, generasi muda juga kurang mendalami mengenai wawasan kebangsaan. Ryamizard ingin agar para generasi muda kembali memiliki rasa cinta Tanah Air dan punya wawasan kebangsaan yang luas. Oleh karena itu Kementerian Pertahanan membentuk kader Bela Negara yang dapat menciptakan kedisiplinan dan juga menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Indonesia yang lebih besar. Pembentukan kader Bela Negara ini akan dibuka serentak pada tanggal 19 Oktober 2015 di 45 kabupaten/kota di Indonesia. Presiden Jokowi dijadwalkan akan membuka langsung acara ini.

Setahun kemudian, pada tanggal 20 Oktober 2016 malam hari di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, saya menghadiri pembakalan Bela Negara yang disampaikan Menteri Pertahanan Kabinet Kerja Presiden Jokowi, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada ribuan generasi pemuda-pemudi Indonesia. Perhatian saya terpusat pada wejangan yang diungkapkan oleh Menhan bahwa dalam perjuangan Bela Negara memang membutuhkan keberanian berkorban namun tanpa mengorbankan SATU pun nyawa rakyat Indonesia.

Maka saya menyimpulkan bahwa Menhan Ryamizard meyakini bahwa dalam perjuangan membela negara, memang dibutuhkan keberanian berkorban namun SATU pun nyawa rakyat tidak boleh dikorbankan. [***]

Penulis adalah pemerhati kemanusiaan

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya