Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Sandi & Libi

SELASA, 18 OKTOBER 2016 | 09:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

(Peringatan awal bagi mereka yang matahatinya sudah membuta dan sanubarinya sudah membeku, sebaiknya jangan baca naskah ini )

SANDI adalah nama panggilan Sandyawan Sumardi, Libi adalah nama panggilan Libi. Sandi dan Libi sama-sama bermukim di Jakarta namun bukan pasangan cagub dan cawagub.

Sandi seorang manusia lelaki, Libi adalah seekor kucing betina. Keduanya memiliki kedekatan lahir batin dengan Bukit Duri. Maka pada malam hari 17 Oktober 2016, Sandi menulis sebuah fabel nyata dengan pemeran utama Libi berjudul KESAKSIAN LIBI yang kini saya copy-paste sebagai berikut:  Libi adalah kucing milik bersama Ghofur, Muis, Ucok, Deni, Cilong dan Dedi.. Anak-anak muda penghuni Sanggar Ciliwung Merdeka, di RT 06, RW 12, Kel. Bukit Duri, Kec. Tebet, Jakarta Selatan. Libi inilah kucing betina yang manja dan setia, yang paling disayang warga Bukit Duri.


Memang Libi lahir di rumah bersama, Sanggar Ciliwung itu. Ia bersahabat dengan Indy (4 tahun) puteri kecil  pasangan Ghofur (anak angkat saya) dan Mentari.

Pada saat penggusuran paksa di pagi yang menyiksa itu, Rabu, 28 September 2016, astagafirullah...! Aku menyaksikan Libi masih berdiri, bergerak-gerak di bangunan bagian atas Sanggar, loncat kesana-kemari, menghindari ayunan dan terkaman ganas beckhoe yang mengamuk, diiringi suara deru campur debu yang mencekik, serta teriakan dan isak tangis warga Bukit Duri yang sebagian besar punya ikatan batin dengan tanah, bangunan betapapun sederhananya, lingkungan, bahkan air sungai Ciliwung yang terus mengalir dalam keheningannya yang menahan duka.

Saya tidak yakin, Libi masih hidup atau tidak sesudah penggusuran  biadab itu. Namun sore hari sesudah penggusuran itu, ternyata beberapa anak sanggar melihat si Libi menangis terisak-isak di atas reruntuhan Sanggar Ciliwung Merdeka.. Dan sejak saat itu, kucing yang malang ini setiap hari, terutama mulai sore hari, sekitar pukul 15.00 ia tidur di reruntuhan bekas tanah dan rumah tercintanya. Kesaksian Libi, seakan mengungkapkan betapa "Gemeinschaft" adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggota-anggota warganya diikat oleh hubungan batin yang kuat dan bersifat nyata serta organis.

Kelompok paguyuban serupa ini sering dikaitkan dengan masyarakat komunal dengan ciri-ciri adanya ikatan kebersamaan (kolektif) yang sangat kuat. Tapi kesaksian Libi bisa jadi juga berkisah tentang kesetiaan. Setia pada sahabat, dan selalu tau jalan untuk pulang. Setia berarti teguh, bersekutu dengan sistem nilai, kasih sayang yang diberikan oleh pihak yang dianggap menyayanginya. Seakan tak tertarik pada rayuan hal-hal lain yang bersifat ragawi dan sementara. Seperti ada sistem hati yang sudah terkunci dan tak bisa dibuka oleh pihak lain.

Bahkan Libi, pemilik hatipun, sepertinya juga tak tau cara membukanya agar pihak, lain orang lain, apa lagi pihak penguasa yang hanya bisa memaksa, untuk bisa masuk dan menggantikan atau mensejajarkan dengan "roh" rumah, tanah, lingkungan kehidupan, persekutuan paguyuban, yang begitu lama sudah ada, sejak Libi dilahirkan. Tak ada jarak dan waktu yang benar-benar mampu memisahkan jiwa Libi dan Sanggar Ciliwung Merdeka, yang saling setia. Keduanya selalu bisa bertemu di satu titik yang sama, meski sudah terpisah ribuan mil, ribuan tahun.  

Secara lembut melalui naskah KESAKSIAN LIBI,  Sandi dan Libi menyentuh masing-masing nurani di lubuk sanubari kita semua yang kebetulan tidak tergusur agar berkenan sejenak ikut merasakan penderitaan mereka yang tergusur atas nama pembangunan.[***]

Penulis bukan rakyat tergusur namun prihatin atas nasib rakyat tergusur
 

 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya