Berita

Politik

WNI DI Messaid Siapkan Langkah Antisipasi Di Tengah Eskalasi Konfik

MINGGU, 16 OKTOBER 2016 | 05:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Memanasnya situasi keamanan di Yaman dan di Suriah berdampak terhadap kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini. Adanya berbagai teror dan serangan yang menggunakan rudal balistik yang ditujukan ke kota Khamis Musheit dan Jizan di Saudi Arabia menimbulkan kekawatiran kemungkinan terjadinya eskalasi memburuknya kondisi keamanan di kawasan khususnya Qatar yang berbatasan langsung dengan Saudi Arabia. 

Menurut Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi, KBRI mengimbau agar WNI tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan meningkatkan kewaspadaan dan selalu mencermati perkembangan situasi keamanan di sekitarnya melalui berbagai sarana. Selain berkoordinasi dengan pihak keamanan, KBRI berkerjasama dengan Tim Tanggap Darurat dan Satgas KBRI Doha guna memantau perkembangan sekiranya keadaan memburuk.

Berdasarkan pemantauan, situasi di Qatar pada umumnya berjalan normal, namun terdapat beberapa penjagaan khususnya kawasan yang dianggap vital seperti pusat pemerintahan, tempat-tempat ibadah,  bandara, stasiun, terminal bis, fasilitas publik serta pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat.


Menurut Dubes Basri, KBRI sedang menyiapkan langkah antisipasi dan simulasi. Diantaranya bersama Satgas Tanggap Darurat di Kota Messaid guna mengantisipasi kondisi darurat guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar di Messaid pada tanggal 15 Oktober 2016.

Mantan anggota DPR ini mengatakan, persiapan yang dilakukan KBRI dilakukan mengingat besarnya jumlah WNI di Qatar. Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI pada tahun 2015 sekitar 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya.

Dijelaskan pula bagaimana peliknya proses evakuasi WNI seperti ketika terjadi konflik di Yaman dan Libya yang hanya berjumlah ribuan.

"Evakuasi WNI di Yaman merupakan evakuasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bagaimana jika itu terjadi di Qatar dengan jumlah 40 ribuan WNI," papar mantan Pilot F-16 pertama Indonesia itu.

Febi Ardiyansah, Koordinator Tanggap Darurat Komunitas Indonesia di kota Messaid, menyambut baik upaya antisipasi guna menghadapi kondisi darurat agar para WNI lebih waspada dan mengerti garis komando.

"Sinergi ormas dengan KBRI berdampak positif guna meredakan ketegangan yang dialami para WNI dalam menyikapi kondisi keamanan di Timur Tengah akhir akhir ini." ujar Febi yang bekerja pada Qatar Petrochemical Company (Qapco) dan bermukim satu dekade di Messaid.

Guna memaksimalkan pelayanan masyarakat, KBRI secara simultan membuka pelayanan Warung Kekonsuleran guna melayani  WNI di kota Messaid, sekitar 40 km dari Ibukota Qatar, Doha.  Pelayanan disesuaikan dengan kegiatan masyarakat dan diselenggarakan pada akhir pekan agar memudahkan bagi komunitas Indonesia yang tidak bisa hadir di KBRI pada hari kerja.

Menurut Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, Zaenur Rofid, kegiatan itu merupakan bentuk jemput bola dalam pelayanan masyarakat.  Kegiatan meliputi pengurusan paspor, legalisasi dokumen, konsultasi kekonsuleran dan ketenagakerjaan serta mendata jumlah WNI di Messaid. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya