Berita

Politik

Tax Amnesty Sukses, Pemerintah Harus Beri Reward Ke Pegawai Pajak

JUMAT, 14 OKTOBER 2016 | 08:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Pemerintah harus memberikan penghargaan kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang telah menorehkan catatan positif pada keberhasilan tax amnesty.

Tax amnesty
gelombang pertama yang mengghasilkan dana tebusan Rp 97 triliun jelas berimbas signifikan pada keuangan negara.

"Kemampuan fiskal kita membaik karena keberhasilan tax amnesty. Tentu perlu ada reward," kata anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Misbakhun, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 14/10).


Salah satu tokoh yang getol mendorong tuntasnya tax amnesty itu mengaku sudah melontarkan perlunya penghargaan kepada para pegawai DJP saat rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rabu (12/10). Reward itu juga untuk mengimbangi keputusan Menkeu memberi bonus pada pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Pada 27 September 2016, Menkeu menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 144/PMK.02/2016 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Atas Pencapaian Kinerja di Bidang Cukai. Merujuk PMK itu, pegawai DJBC bisa mengantongi bonus hingga empat kali gaji dan tunjangan kinerja. Misbakhun pun merasa perlu menyuarakan pentingnya reward bagi DJP yang sukses mengawal tax amnesty.

"Saya meminta Bu Menkeu  memberikan penghargaankepada pegawai pajak, karena muncul isu pegawai bea cukai mendapat insentif berkali lipat. Terlepas dari situasi apa pun, reward kepada  pegawai Ditjen Pajak terhadap suksesnya TA sudah semestinya dilakukan," katanya.

Dia menambahkan, jangan pegawai DJP justru tak diapresiasi.  Sekali lagi, katanya, hal itu harus menjadi perhatian karena masih ada tax amnesty jilid kedua.

"Agar mereka jadi lebih giat dan lebih intensif dalam menjalankan apa yang menjadi tugas-tugas mereka," tegasnya. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya